<-->

Eksekusi Mati Zaini Misri, Pemerintah Proteksi 14 TKI Asal Madura

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal
ilustrasi

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur, Setiajit mengatakan, sebanyak 14 tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Pulau Madura, Jawa Timur terancam hukuman mati di Arab Saudi.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Ke-14 TKI itu tersandung kasus hukum seperti, narkoba, perzinahan, dugaan pembunuhan dan dituduh menggunakan sihir.

"Ada sekitar 14 TKI. Ia semuanya berasal dari Madura yang bekerja di Arab Saudi. Mereka karena tersandung sejumlah kasus hukum," katanya, Jumat, 23 Maret 2018, seperti dilansir RRI.co.id.

Setiajit menolak menyebutkan secara rinci asal wilayah ke-14 TKI tersebut. Alasannya, jika diungkap secara terbuka akan berdampak kepada masing-masing keluarga.

Ia memastikan, Kementerian Ketenagakerjaan tengah mendampingi ke-14 TKI yang tersandung kasus tersebut. Sedangkan untuk pelindungan hukum akan dilakukan Kementerian Luar Negeri.

Setiajit menambahkan, langkah-langkah tersebut dilakukan agar eskusi mati yang menimpa Muhammad Zaini Misrin tidak terjadi pada 14 TKI.

"Ini sudah ditangani Kementerian Ketegakerjaan dan Kementerian Luar Negeri dalam perlindungan hukum," ujarnya.

Setiajit mengungkapkan, ke-14 TKI asal Madura yang terancam hukuman mati itu itu berstatus ilegal.

"Semuanya ilegal. Kalau ilegal kita tiba-tiba tahunya sudah tersandung masalah. Tapi tetap kita beri perlindungan sebagai warga negera Indonesia," katanya menegaskan.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Sementara Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Mohammad Zaini mengaku, belum mendapat laporan apakah dari 14 TKI itu ada yang berasal dari Sumenep.

"Sampai sekarang kami masih belum mendapat laporan. Biasanya kalau ada TKI yang tersandung kasus hukum ada informasi ke kami," ujarnya saat dikonfirmasi.

Pihaknya,  Mohammad Zaini berjanji, akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengetahui data ke-14 TKI itu secara pasti. Sehingga proses selanjutnya bisa dilakukan.

Sumber:kriminologi

No comments

Powered by Blogger.