Google kembangkan kecerdasan buatan bisa prediksi kematian




       Tak bisa dimungkiri, kecerdasan buatan akan terus berkembang dalam penggunaannya. Terkesan mengerikan bila ada teknologi yang dibuat oleh manusia itu dapat memprediksi kematian. Namun, hal itu ternyata bukan isapan jempol. Kecerdasan buatan yang bisa memprediksikan kematian, tengah dikembangkan oleh Google.



Berdasarkan laporan dari TheNextWeb dan Mobihealthnews, Jumat (2/3), kecerdasan buatan yang sedang dikembang Google itu bernama DeepMind. DeepMind ini sederhananya dapat membantu perawat atau petugas medis untuk mengetahui kondisi pasien.



Cara kerja DeepMind ini adalah dengan mengisi rekam medis dari 700 ribu veteran Amerika Serikat. Kecerdasan buatan akan mempelajari rekam medis tersebut dan sanggup untuk memprediksi kondisi pasien. Tak menutup kemungkinan bila pasien akan meninggal dunia. Data veteran tersebut pun diklaim aman.

Cara ini lebih dari mengobati masalah pasien. Kolaborasi ini merupakan kesempatan untuk memajukan kualitas perawatan," kata Sekretaris Veteran Affair (VA) David J. Shulkin dalam sebuah pernyataan.

Sebagai langkah awal, DeepMind akan berfokus pada penyakit Acute Kidney Injury (AKI). Selain penyakit tersebut cukup sulit diprediksi, AKI juga dapat menyerang orang dari segala usia. Apabila pengembangan DeepMind ini benar-benar berhasil, bukan tak mungkin dapat mengubah bidang kesehatan secara menyeluruh. Sebab, masalah kesehatan yang diderita pasien dapat diatasi lebih awal.

DeepMind tidak asing dengan kemitraan kesehatan pemerintah; perusahaan intelijen buatan tersebut bermitra dengan Dinas Kesehatan Nasional Inggris pada tahun 2016 untuk menjadi aplikasi pilot project kesehatan Streams and Hark.

Tujuannya untuk membantu dokter lebih cepat menerima informasi tentang pasien gagal ginjal akut mereka, sementara yang terakhir tampaknya membantu mengorganisir informasi kesehatan yang biasanya dikelola dengan catatan tertulis, mesin faks, dan pager.



Sumber : merdeka

No comments

Powered by Blogger.