Jaga Tradisi dan Kesejahteraan Dengan Berbagi Pelatihan

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Batik sebagai identitas bangsa sekaligus budaya wajib dilestarikan. Asosiasi Batik Sleman Mukti Manunggal punya cara sendiri untuk melestarikan budaya membatik. Mereka mengajak ibu-ibu rumah tangga di Kecamatan Sleman, Yogyakarta untuk mengenal serta belajar membatik.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Dengan kegiatan ini, asosiasi berharap dapat meningkatkan kemampuan ekonomi ibu rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sampai sekarang ada sekitar 500 orang anggota yang sudah bergabung.

Endang Wilujeng, Wakil Kepala Asosiasi Batik Sleman Mukti Manunggal mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dalam melindungi dan melestarikan tradisi batik sebagai jati diri bangsa Indonesia. Sekitar 90% anggota anggota asosiasi juga merupakan perajin batik baru.

Tidak hanya memberikan pelatihan membatik, mereka juga mendorong para perajin untuk menggunakan pewarna alam. Misalnya memanfaatkan bunga-bungaan atau akar tumbuhan.

Maklum, pewarna sintetis menghasilkan limbah yang cukup berbahaya serta dapat merusak lingkungan. Semenara, lokasi produksi batik para anggota ini berada di titik-titik serapan air.

Untuk bahan baku kain, sekitar 80% bahan dibeli pasaran. Sisanya diperoleh dari pengolahan sampah rumah tangga. Sayang, Endang enggan menyebut jumlah kebutuhan dalam sebulan.

Tidak hanya membatik dengan canting (batik tulis), mereka juga memproduksi batik cap dan kombinasi (cap dan tulis). Dalam sebulan total produksinya pun mencapai 5.000 lembar kain. "Motifnya paling banyak menggunakan motif batik kreasi sesuai dengan khas masing-masing lokasi kelompok," kata Endang. 

Ambil contoh, motif melon yang bercerita tentang para petani melon yang juga meluangkan waktunya untuk membatik. Ide motif tersebut seringkali terinspirasi dari lokasi sekitar tempat tinggal para perajin atau dari alam.

Sehelai kain batik dihargai cukup tinggi, berkisar Rp 125.000-Rp 2,5 juta per lembar. Endang mengaku, tingginya harga ini karena proses dan bahan baku yang digunakan berbeda. Selain itu, ada ongkos membatik sehingga para anggota dapat lebih sejahtera.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Seluruh hasil produksi asosiasi ini biasanya memenuhi permintaan pasar yang ada di Jakarta, Yogyakarta, dan kota-kota lainnya.

Lainnya, asosiasi juga berbagi ilmu tentang pemasaran dan manajemen. Tujuannya, agar anggota bisa menjadi perajin batik yang berkarakter serta berkualitas.

Kedepan, Endang bakal lebih agresif lagi menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, seperti BUMN ataupun lembaga swasta untuk membantunya dalam hal pemasaran dan memperkuat permodalan.

Sumber:kontan

No comments

Powered by Blogger.