<-->

Keluarga Ikhlas Zaini Dieksekusi Mati Tanpa Notifikasi oleh Arab Saudi

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal
ilustrasi

Pihak keluarga dari warga negara Indonesia (WNI) Zaini Misrin bin Muhammad Arsyad yang dieksekusi mati di Arab Saudi mengaku ikhlas menerima kenyataan. Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri juga sudah mengucapkan dukacita mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

"Sesuai SOP, saya berkunjung ke Bangkalan didampingi BNP2TKI, Disnaker Bangkalan, dan Kepala Desa ke keluarga untuk menyampaikan ucapan dukacita pemerintah," urai Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI), Lalu Muhammad Iqbal, dalam press briefing di Gedung Palapa Kementerian Luar Negeri, Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (19/3/2018).

Ia menambahkan, istri korban saat ini sudah berada di Jeddah, Arab Saudi. Sementara itu, Iqbal beserta tim mengunjungi dua anak korban yang berada di Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Kepada delegasi tersebut, pihak keluarga mengaku ikhlas.

"Keluarga melihat tim dari Kemlu sudah terlibat dalam upaya pembebasan dari awal sehingga mereka bisa menerima kejadian ini dengan ikhlas," ujar Iqbal.

Pemerintah RI, lewat pengacara, setidaknya sudah dua kali mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) atas vonis mati terhadap Zaini. Iqbal memastikan, semua upaya yang mungkin dilakukan oleh pemerintah RI, sudah dilaksanakan secara maksimal.

"Setidaknya sejak 2004 tim Perlindungan WNI sudah melakukan kunjungan ke penjara sebanyak 40 kali. Sejak 2011 pemerintah sudah menunjuk dua pengacara, yakni pada 2011-2016 kemudian pengacara kedua 2016-2018," urai Iqbal.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Pihak Kemlu RI juga sudah memfasilitasi keluarga untuk berkunjung sebanyak tiga kali. Pemerintah RI pun mengirimkan 42 nota diplomatik yang dikirimkan oleh KJRI Jeddah, KBRI Riyadh, maupun surat pribadi kepada tokoh masyarakat setempat dan pejabat tinggi di Arab Saudi.

"Presiden RI sudah tiga kali mengirimkan surat, satu di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan dua era Presiden Joko Widodo. Sekurang-kurangnya sudah tiga kali diangkat isu Zaini Misrin dalam pertemuan empat mata dengan Raja Salman bin Abdulaziz al Saud," tutup Iqbal.

WNI asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur, itu dieksekusi mati pada Minggu 18 Maret sekira pukul 11.30 waktu Makkah. Almarhum Zaini divonis hukuman mati qisos pada 2004 atas tuduhan membunuh sang majikan, Umar Abdullah bin Umar, di mana ia bekerja sebagai sopir pribadi.

Sumber:okezone

No comments

Powered by Blogger.