Keluarga Kaget Lihat Jenazah TKW Penuh Jahitan: Baru Telepon 5 Menit Kok Sudah Meninggal

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Jenazah Milka Boimau, tenaga kerja wanita (TKW) yang meninggal di Malaysia, tiba di Desa Kotabes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, NTT, Minggu (11/3/2018) siang. Kedatangan Jenazah itu pun membuat pihak keluarga terkejut dan berang.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Pasalnya, tubuh Milka penuh jahitan dari leher ke perut bawah, dan telinganya hitam seperti bekas pukulan.

"Kami tidak terima dengan kondisi adik kami. Ini jahitan apa. Kalau mau otopsi atau operasi, harus koordinasi dengan kami sebagai keluarga. Harus ada persetujuan dari kami sebagai keluarga," tegas Saul Boimau, kakak kandung Milka, kepada Kompas.com, Minggu (11/3/2018) malam.

Terlebih, menurut Saul Boimau, kakak korban, KJRI mengabarkan padanya bahwa korban meninggal karena sesak napas akibat infeksi paru-paru.

"Kenapa sakitnya hanya sesak napas, tapi jahit begini banyak, mulai dari leher sebelah menyebelah, hingga perut," ucapnya.

Kejanggalan semakin menjadi lantaran beberapa saat sebelum dikabarkan meninggal, Milka menelepon adiknya, Agustinus Boimau, seperti dilansir Tribun-Video.com dari Kompas.com, Senin (12/3/2018).

"Saya ditelepon kakak saya. Dia (Milka) menanyakan kondisi keluarga dan berencana pulang kampung. Dia bilang kalau pulang kampung apakah keluarga masih menerima dia atau tidak," ucap Agustinus kepada Kompas.com, Senin (12/3/2018).

"Kita lihat ini sangat janggal karena baru selesai telepon lima menit dengan kakak saya, kok, sudah meninggal," tambah Agustinus.

Agustinus mendapat kabar kematian itu dari anggota kepolisian Malaysia bernama Usman, Rabu (7/3/2018).

Saat Milka telepon, Agustinus mendengar keributan dalam bahasa Malaysia, yang tak ia mengerti.

Agustinus pun mengaku akan menempuh jalur hukum atas kematian tak wajar kakaknya.

https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Sebelumnya diberitakan, dua TKI asal NTT, Milka Boimau dan Mateus Seman, meninggal di Malaysia.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang, Timoteus K Suban, menyebutkan bahwa keduanya meninggal karena sakit.

"TKI Mateus meninggal di Tawau, Malaysia, 5 Maret 2018, karena sakit jantung. Sementara Milka Boimau meninggal di Penang, 7 Maret 2018, karena infeksi paru-paru," ucap Timoteus kepada Kompas com, Minggu (11/3/2018).


Sumber:tribunnews

No comments

Powered by Blogger.