Kesurupan Dilihat dari Mata Ilmu Batin dan Kedokteran, Kenapa Bisa Menular?



        SALAH satu kejadian mistis yang paling sering terjadi dan menghebohkan adalah kesurupan. Pernah mendengar kesurupan massal yang melibatkan banyak siswa di sekolah kan?



Di Indonesia sendiri, kejadian kesurupan sepertinya hal yang lumrah dan pasti dikatkan dengan urusan ilmu gaib. Padahal, tahukah Anda bagaimana kemudian kesurupan bisa terjadi pada seseorang?



Menurut beberapa referensi, kesurupan terjadi ketika seseorang kehilang kontrol atas badan, jasmani, dan rohaninya. Kesurupan dengan kondisi ini yang kemudian membuat seseorang mengalami kesurupan tak disengaja.

Kesurupan ini juga bisa terjadi karena danya tekanan yang tinggi atau beban berat yang tak bisa dielakkan, sehingga beban ini membuat kesadarannya menipis dan saat itu jiwanya sedang kosong ide. Nah, jika energi si manusia dengan energi roh sama rata, kemungkinan kesurupan akan sangat tinggi.

Tapi, tahukah Anda kalau ada kesurupan yang disengaja? Kejadian ini biasanya terjadi saat seorang pemain kuda lumping memainkan perannya. Dengan sengaja, salah seorang pemain kuda lumping akan memanggil roh dan energi tersebut masuk ke dalam tubuh manusia.

Terkait dengan kesurupan bisa menular, ternyata ini pun benar adanya. Namun, yang mesti diperhatikan di sini adalah kesurupan bisa menular hanya pada mereka yang memiliki level yang sama. Ini terjadi karena garis lurus energi yang memungkinkan makhluk astral satu dan lainnya bisa masuk ke manusia secara bersamaan dan pada banyak objek.

Namun, yang harus ditegaskan di sini, karena sifatnya yang satu level yang sama, banyak sumber yang menjelaskan bahwa kesurupan yang terjadi pada siswa di sebuah sekolah, sangat sulit terjadi juga atau menularkan gurunya. Sebab, secara level di lingkungan sosial, antara guru dan murid sudah berbeda.

Nah, bagaimana ilmu kedokteran melihat kasus kesurupan?

Menurut ilmu medis, ternyata kesurupan adalah gangguan penyakit. Ada istilah medis untuk menjelaskan kesurupan ini. Adalah Dissociative Trance Disorder (DTD). Menurut laporan Eastern Journal of Medicine, kasusnya lebih banyak dijumpai di negara dunia ketiga dan negara-negara bagian timur daripada bagian barat.

Di India yang kultur dan budayanya mirip Indonesia, kesurupan atau possesion syndrome atau possesion hysterical merupakan bentuk disosiasi yang paling sering ditemukan. Angka kejadiannya kurang lebih 1 hingga 4 persen dari populasi umum. Jadi, bisa dikatakan tinggi juga angka kejadiannya.

Lebih lanjut, ilmu psikiater juga ternyata mengenal kasus kesurupan ini. Menurut ilmu ini, mereka yang mengalami kesurupan merasakan bahwa dirinya bukanlah dirinya lagi, tetapi ada suatu kekuatan yang mengendalikan dari luar. Keadaan saat kesurupan ada yang menyadari sepenuhnya, ada yang menyadari sebagian, dan ada pula yang tidak menyadari sama sekali.

Ini semua tergantung dari bagaimana kualitas pengendalin diri Anda. Semakin Anda sadar akan tubuh dan jiwa Anda, maka kemungkinan kesurupan akan semakin kecil.

Lalu, bagaimana kemudian kesurupan bisa disembuhkan atau disadarkan?

Yang paling mudah dilakukan adalah dengan membuat si korban kesurupan terkejud secara mendadak. Cara yang cukup mudah adalah dengan membanjur si korban kesurupan dengan air yang dingin seember. Langkah ini dianggap ampuh karena efek kejut yang mendadak membuat konsentrasi seseorang bisa kembali pulih dan roh yang memasuki raganya bisa menghilang atau pergi.


Sumber : okezone

No comments

Powered by Blogger.