Lecehkan Leluhur Toraja, Dua Wisatawan Menangis Jalani Hukum Adat




       Akibatnya, kedua wisatawan ini harus mendapatkan hukuman adat. Mereka didenda adat dengan memotong satu ekor babi. Keduanya mendapatkan hukuman setelah mengunggah foto dan menyebarluaskannya di media sosial Facebook.



Kedua wisatawan tersebut adalah Riski dan Rendi. Mereka akhirnya mengakui kesalahannya di hadapan pemangku adat Toraja Utara. Keduanya didampingi oleh pihak Polres Tana Toraja Kapolres Tator, AKBP Julianto Sirait.



Pantauan Kabartoraja.com (Kabarmakassar.com grup), Riski dan Rendi juga meminta maaf secara langsung di lokasi tersebut dengan cara berbicara langsung dengan tokoh adat dan juga beberapa keluarga Kesu.

Mereka naik ke lumbung yang usianya ratusan tahun tersebut dan membawa sirih, pinang, dan alin sebagai ungkapan maaf atas perilaku yang telah mereka lakukan di makam yang dianggap bersejarah tersebut.

"Kami sangat meminta maaf atas perilaku kami, kami tidak akan membuat kesalahan yang beberapa saat lalu kami lakukan. Untuk itu, kami berdua meminta maaf atas kesalahan kami perbuat. Kami juga akan menerima denda adat yang diberikan kepada kami," kata Rendi sambil menangis di hadapan masyarakat di Kesu' serta disaksisakan para pemangku adat, Senin, 26 Maret 2018.

Kapolres Tana Toraja, AKBP Julianto Sirait mengatakan bahwa kedua wisatawan itu sebelumnya menyerahkan diri ke Polsek Panakukang saat mereka mengetahui bahwa apa yang mereka lakukan itu salah dan menentang adat dan budaya Toraja.

"Keduanya menyerahkan diri saat mengetahui dirinya menjadi bulan-bulanan di medsos, keduanya datang dan meminta maaf secara khusus dan menerima sanksi adat," kata AKBP Julianto Sirait.

Sementara itu, Ketua Yayasan Objek Wisata Kete Kesu, Layuk Sarungallo menyatakan bahwa kedua wisatawan ini dikenakan denda Hukum Adat yang paling ringan dengan memotong satu ekor babi.

"Jelas secara adat melanggar, karena ini perbuatan tidak terpuji. Kami kenakan denda adat paling ringan, satu ekor babi dan ritualnya besok (Selasa, 27 Maret 2018) kita akan gelar di Kete Kesu," Layuk Sarungallo menjelaskan.


Sumber : liputan6

No comments

Powered by Blogger.