Lempar Anaknya dari Lantai Empat Gedung, Wanita Ini Ditangkap

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Seorang perempuan dituduh melemparkan putranya yang berumur empat tahun dari lantai empat sebuah gedung setelah bertengkar dengan mantan suaminya. Insiden ini terjadi pada Sabtu (24/2/2018), di sebuah penginapan di provinsi Hunan, wilayah tengah China. Demikian dikabarkan harian The Beijing News, Selasa (27/2/2018). 

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Perempuan berusia 35 tahun bermarga Zhang itu nampaknya bertengkar dengan sang mantan suami hanya sehari setelah mereka bercerai. Dalam sidang perceraian, hakim memutuskan Zhang mendapat hak asuh putra mereka yang berusia enam tahun.

Sedangkan, anak kedua pasangan ini, yang baru berusia empat tahun, diserahkan kepada sang mantan suami. "Dia (Zhang) meminta izin untuk menghabiskan waktu bersama anak keduanya itu pada 23 Februari lalu, dan saya setuju," kata sang mantan suami yang tak disebutkan namanya. "Namun, saat saya menelepon dia dalam perjalanan menuju penginapan untuk menjemput anak saya pada sekitar pukul 11 keesokan harianya, kami terlibat pertengkaran mengenai anak kami," tambah dia. 

Dia mengatakan, pembicaraan di telepon itu terputus karena gangguan sinyal. Dan saat pria itu tiba di rumah penginapan dan tiba di kamar anak bungsunya, bocah itu tak ada di sana. Seorang saksi mata mengatakan, anak itu dilemparkan dari jendela yang terletak di ketinggian 15 meter. Beruntung tubuh anak itu tertahan kabel-kabel listrik sehingga memperlambat kecepatan jatuhnya. 

https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Selain itu, bocah tersebut jatuh di atas tumpukan kotak gabus yang membantu mengurangi dampak benturan. Sejumlah foto yang beredar di internet menunjukkan bocah itu berdarah sebagai akibat benturan di bagian kepalanya.

Anak itu kemudian dibawa ke rumah sakit dan dokter memastikan dia tak mengalami luka atau cedera yang membahayakan jiwa. Polisi langsung dipanggil ke lokasi kejadian dan menangkap Zhang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sumber:kompas

No comments

Powered by Blogger.