Mendulang Untung dari si Jumbo Asal Negeri Jiran

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Di Indonesia sendiri, varietas buah mangga cukup melimpah, mulai dari mangga gadung, mangga manalagi, mangga harum manis dan sebagainya. Bahkan hampir tiap daerah memiliki varietas unggulan mangga. Sejumlah daerah akhirnya muncul sebagai penghasil mangga terbaik di Indonesia.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Setahun belakangan, dunia buah mangga makin meriah dengan datangnya varietas mangga mahatir. Ukuran mangga mahatir yang super jumbo dan tidak lazim membuat banyak orang yang penasaran ingin mencobanya.

"Kalau ditimbang, beratnya bisa mencapai 3 kilogram (kg). Memang besar sekali, tidak seperti mangga pada umumnya," kata Solehudin, pemilik Hikmah Tani sekaligus pembibit buah asal Desa Leuwikujang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Mangga Mahatir berasal dari Malaysia. Varietas tersebut dibawa ke Indonesia oleh beberapa kalangan, termasuk kalangan pemerintahan. Soleh mengaku mendapat indukan pohon mangga mahatir dari mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Malarangeng.

Lantas, dia memperbanyak dengan dengan cara stek dan cangkok. "Sudah lima tahun saya membuat bibit mangga mahatir ini," tuturnya.

Soleh membanderol bibit mangga mahatir dengan berbagai variasi harga, mulai dari Rp 15.000-Rp 100.000 per bibit, tergantung ari ukuran dan jumlah pembelian. "Bibit yang harga Rp 15.000 itu tingginya sekitar 10 centimeter (cm). Sedangkan yang harga Rp 100.000 itu sekitar 70 cm," jelasnya.

Pria yang kental dengan logat Sunda tersebut membuat stok bibit mangga mahatir tiap tiga bulan sekali. Ada sekitar 10.000 bibit yang bisa dibuatnya dalam tiga bulan. Ia mengaku bisa menjual bibit sebanyak 1.000-2.000 bibit per bulan. "Mangga mahatir, akhir-akhir ini permintaannya cukup banyak, mungkin karena banyak yang penasaran," papar Soleh.

Derasnya permintaan bibit mangga mahatir juga diakui oleh Fatkul Mujib, petani bibit asal Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Ia menjual bibit ukuran 60 cm-3 meter dengan kisaran harga Rp 75.000-Rp 250.000 per bibit.

"Kebanyakan pembeli di saya membelinya secara eceran untuk rumahan. Tapi ada juga yang pembelian partai," tandasnya. Fatkul mengatakan dalam sebulan dirinya bisa menjual antara 500-1.000 bibit mangga mahatir. Pembelinya dari  kota-kota di Jawa Tengah, Yogya dan Jawa Timur.

Sama seperti Soleh, Fatkul juga rutin membuat stok bibit Mangga Mahatir setiap tiga bulan sekali. Bahkan jika sedang banyak permintaan, dirinya bisa membuat stok bibit tiap dua bulan sekali. "Tergantung kalau jumlahnya, bisa 8.000 per tiga bulan, bisa juga lebih dari itu kalau sedang banyak peminatnya," tutupnya.

Perawatan mudah, tahan hama dan perubahan cuaca

Meski sudah merambah Indonesia sejak lima tahun silam, pamor mangga mahatir dari Malaysia ini baru beberapa tahun ini tenar. Solehudin, pemilik Hikmah Tani mengatakan saat ini mulai banyak yang jual bibitnya. 

Proses budidaya mangga mahatir hampir sama dengan pohon mangga lainnya. Tanaman ini juga lebih mudah perawatannya. "Mangga mahatir ini tanaman mangga yang paling mudah perawatannya dan tahan terhadap hama," paparnya.

Pupuk bisa diberikan dalam dua hingga tiga bulan sekali. Soleh bilang, pemberian pupuk ini akan berpengaruh pada cepat atau tidaknya tanaman berbuah. Penyiraman juga dilakukan secukupnya. Saat musim kemarau, penyiraman bisa dilakukan tiga hari sekali atau seminggu sekali.

Bahkan di musim hujan yang datangnya terus-menerus, penyiraman tidak perlu dilakukan. "Tapi jika intensitas hujannya jarang, bisa disiram dua minggu atau sebulan sendiri," kata Soleh. Selain itu, mangga mahatir  juga tahan terhadap perubahan cuaca.

Namun, Fatkul Mujib, petani bibit asal Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mengatakan, bibit yang baru ditanam butuh penyiraman yang rutin dan tepat waktu. "Selain itu, tanaman pengganggu harus sering disiangi agar pertumbuhan tanamannya sehat dan baik," jelasnya.

Fatkul juga menjelaskan jika ada bibit yang mati atau pertumbuhannya kurang sehat, secepatnya harus diganti supaya tidak menulari bibit lainnya. "Budidaya mangga mahatir ini memang ribet di awal, tapi nanti kalau tanamannya sudah berumur dua tahun perawatannya memang paling mudah dibanding tanaman mangga yang lain," katanya.

Salah satu keunggulan  mangga mahatir adalah tidak memerlukan lahan yang besar. Tanaman tropis ini bisa ditanam dengan media pot. Ukuran pot yang digunakan minimal berdiameter 60 centimeter (cm). "Meskipun ditanam di pot, tanaman ini bisa berbuah saat belum mencapai dua tahun," kata Fatkul.

Soleh bilang, pohon mangga mahatir tergolong mangga genjah karena mudah berbunga dan berbuah. Di umur kurang dari dua tahun, mangga mahatir sudah bisa berbuah. 
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

"Sama seperti kebanyakan jenis mangga lain, mangga mahatir juga musiman. Musimnya di bulan delapan sampai bulan tiga," kata Soleh. Empat sampai lima bulan kemudian, tanaman mangga mahatir mengalami masa kering.

Untuk menyiasati sifat musiman tersebut, ia berinovasi mengawinkan mangga mahatir dengan mangga lokal. Soleh menyebutnya dengan mangga mahatir lokal. Ia mengklaim, rasa buahnya lebih manis, meskipun ukurannya tidak sejumbo mahatir biasa. "Mangga mahatir lokal ini rasanya lebih manis dan legit. Yang terpenting tidak ada istilah musiman, tiap bulan bisa panen. Berat buahnya sekitar satu kilogram per buah. Banyak juga pembeli yang cari bibit mahatir lokal," 

Sumber:kontan

No comments

Powered by Blogger.