<-->

Pejabat KBRI Riyadh Minta Maaf Gagal Selamatkan Zaini Misrin dari Hukuman Pancung

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, secara terbuka meminta maaf karena gagal menyelamatkan Muhammad Zaini Misrin Arsyad dari hukuman pancung. Pernyataan itu disampaikan dalam acara doa bersama untuk mengenang almarhum pada Jumat 23 Maret di Kedutaan Besar RI (KBRI) di Riyadh.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

“Sebagai Dubes saya gentle mengakui gagal membawa Muhammad Zaini Misrin Arsyad pulang kembali ke Madura bertemu dengan keluarga termasuk kedua anaknya: Mas Thoriq dan Mustofa,” ujar Agus Maftuh Abegebriel dalam keterangan pers yang diterima Okezone, Minggu (25/3/2018).

“Saya mohon maaf karena tidak mampu mendapatkan pemaafan dari ahli waris mantan majikan yang hatinya sudah kadung membatu,” imbuhnya.

Ucapan maaf juga disampaikan oleh Atase Ketenagakerjaan KBRI Riyadh, Dr. Sa’adullah Affandy. Pria yang akrab disapa Kang Sa’dun itu mengaku telah gagal memberikan perlindungan kepada almarhum meski sudah berusaha semaksimal mungkin dengan memberi pelayanan dan pengawalan hukum.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberi pelayanan dan pengawalan hukum bersama dengan tim hukum di KBRI dan KJRI. Tetapi semuanya terbentur hukum Saudi yang mengedepankan pemaafan dari keluarga korban. Raja pun tidak bisa mengintervensi proses hukum,” ucap Sa’adullah.

Ia kemudian mengimbau agar para ekspatriat, khususnya warga negara Indonesia (WNI), agar berhati-hati selama bekerja di Arab Saudi. Para pekerja migran (PMI) diminta agar memahami hukum dan tradisi di Negara Kerajaan itu sejak sebelum berangkat hingga tiba dan bekerja di Saudi. Langkah itu penting agar dijauhkan dari musibah dan hal yang tidak diinginkan.

“Khusus untuk almarhum kami berdoa agar diampuni dosa-dosanya. Bagi keluarga semoga diberi kesabaran dan kekuatan serta dalam lindungan Allah SWT,” tutup Sa’adullah.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Doa bersama itu diselenggarakan oleh Atase Ketenagakerjaan KBRI Riyadh bersama dengan Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya (Pensosbud). Kegiatan dilakukan pada Jumat 23 Maret sekira pukul 13.00-14.00 waktu setempat dan dihadiri sekira 100 orang.

Sebagaimana diberitakan, Muhammad Zaini Misrin Arsyad dieksekusi mati pada 18 Maret siang waktu setempat setelah terbukti bersalah membunuh majikannya, Umar Abdullah bin Umar al Sindi pada 13 Juli 2004. Pemerintah Indonesia menyesalkan eksekusi mati terhadap almarhum dilakukan ketika yang bersangkutan tengah mengajukan peninjauan kembali (PK) serta tanpa pemberitahuan terhadap perwakilan di Arab Saudi.

Sumber:okezone

No comments

Powered by Blogger.