Sebelum Digelonggong, Korban dan Tersangka Ritual Mandi Kembang



     Polisi melakukuan rekonstruksi tewasnya seorang ibu di Trenggalek akibat digelonggong anak dan kerabat. Dalam rekonstruksi terungkap, sebelum pembunuhan dilakukan, mereka terlebih dulu mandi kembang.



'Ritual' mandi kembang ini terungkap saat para pelaku melakukan rekonstrusi. Para tersangka dan saksi memperagakan saat memandikan tersangka Rini menggunakan air kembang.



Dalam reka ulang itu terlihat jelas peran dari Rini yang menjadi pemimpin kegiatan, ia dengan mudah menyuruh anggota keluarga dan saudaranya untuk mengikuti seluruh perintahnya.

Sebelum melakukan penggelonggongan terhadap korban Tukinem, para tersangka terlebih dahulu melakukan ritual mandi bersama memakai mukena.

"Kami ingin tahu sejauh mana peristiwa ini terjadi, kemudian peran dari masing-masing tersangka bagaimana," kata apolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra, Rabu (28/3/2018).

Dari rekonstruksi itu diketahui, Rini memandikan para tersangka dan saksi lain secara bergiliran dengan menggunakan air selang yang ada di depan rumahnya. Sementara itu korban Tukinem yang tidak lain adalah ibu kandung Rini juga menjadi sasaran untuk dimandikan.

Dengan dibantu enam tersangka lainnya, Rini memandikan ibunya secara bergantian. Pada akhir adegan, Rini dan tersangka lain secara bersma-sama merebahkan korban di halaman rumahnya. Selanjutnya, mereka menggelonggong korban menggunakan selang air, memasukkan ikan teri ke dalam mulut dan menyumpal dengan kain.

"Ini tadi ada 60 adegan, mulai dari proses ritual hingga tindakan kekerasan yang mengakibatkan korban Tukinem meninggal dunia," kata Didit. 

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, dari proses rekonstruksi tersebut, pihaknya menemukan sejumlah fakta baru, rencananya temuan itu akan ditindaklanjuti dengan proses pemeriksaan. 

"Keterangan-keterangan baru di lokasi ini akan kami gali lagi dengan penyidik, sehingga lebih jelas," imbuh kapolres. 


Sumber : detik

No comments

Powered by Blogger.