<-->

Tembus Pasar Asia, Kerajinan Perak Rumahan Demak Jajal Eropa

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Kerajinan perak yang diproduksi rumahan di Kabupaten Demak tembus pasar Asia, dan kini sedang menjajal pasar Eropa. Salah satunya hasil racikan Zem Silver, sebuah rumah produksi kerajinan logam di Desa Mijen RT 04 RW 01 Kecamatan Kebonagung, Demak.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Zem Silver yang memiliki 10 orang karyawan ini menghasilkan sekitar 20 buah perhiasan dan souvenir perak tiap hari. Sejak berdiri 5 tahun silam, produksi kerajinan logam tersebut sudah menembus pasar Asia, terutama di Singapura. Kini, pemasarannya sedang dikembangkan di Eropa.

Resyad, pemilik Zem Silver bercerita awalnya hanya membuat kerajinan logam (perak) untuk dipasarkan secara online. Kini, produk kerajinannya itu mendapat permintaan dari luar negeri.

"Awalnya dipasarkan lewat online. Saat ini, permintaan bukan hanya dari negeri sendiri tapi luar negeri. Kami sudah menjalin kerjasama dengan rumah produksi logam, seperti di Singapura," ujar Resyad saat ada kunjungan dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Jawa Tengah, Jumat (16/3/2018).

Kerajinan logam yang diproduksi saat ini, di antaranya perhiasan, perabotan rumah tangga, logo instansi, souvenir, hiasan dinding dan lain-lain. Untuk bahan bakunya sendiri didapat dari toko logam dan pengepul rongsok.

"Ada bahan yang memang harus dibeli dari toko, tapi juga memanfaatkan barang bekas. Hasilnya ya perhiasan, perabot rumah tangga, logo, hiasan dinding dan souvenir," paparnya.

Kerajinan yang diproduksi tersebut, dipatok harga mulai dari Rp 100 ribu sampai jutaan rupiah. Tergantung besar-kecil, bentuk, motif dan tingkat kerumitan.
 
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

"Saat ini mulai memasuki pasar Eropa. Berbagai pameran pun kami ikuti agar produk Demak ini dapat dikenal oleh masyarakat yang lebih luas sehingga ke depan Zem Silver dapat menjadi sentra kerajinan logam di Kabupaten Demak, bahkan di Jawa Tengah," jelasnya.

Resyad mengaku, meningkatnya permintaan membuatnya kewalahan. Sebab, jumlah karyawan yang dimilikinya hanya 10 orang.

"Jumlah permintaan yang terus meningkat membuat kami agak kewalahan karena tingkat produksi belum memenuhi permintaan pasar yang begitu tinggi. Semoga kedepannya bisa melayani konsumen pasar yang semakin hari semakin meningkat", harapnya.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati, menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu mendukung adanya UKM. Salah satunya dengan turut mempromosikannya.

"Ini merupakan potensi yang luar biasa. Selain menjadi produk unggulan nantinya, juga membuka lapangan kerja," tandasnya. 

Sumber:detikfinance

No comments

Powered by Blogger.