TKI Banyuwangi Disiksa Majikan di Taiwan

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal
sumber photo:beritajatim
Merry Lupitawati Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo mengalami hal yang tak manusiawi saat bekerja di Taiwan.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Dia dikabarkan juga harus menerima perlakuan kasar dari sang majikan."Menurut informasi dari yang bersangkutan, dia mau di konien itu bersih-bersih di sana. Tapi kerjanya kok ternyata tidak sesuai. Dia disuruh potong rumput malam hari, juga sering dibentak dan dipukul," kata Ketua Keluarga Migran Indonesia (KAMI) Banyuwangi, Topan Hadi Sucipto, Selasa (27/3/2018).

Lebih dari itu, kata Krishna Adi sapaan akrab Topan Hadi Sucipto, Merry Lupitawati juga sempat dipukul oleh majikannya. Kondisi itu didapat setelah dirinya dinilai melakukan pekerjaan yang tidak sesuai.

"Dia sebenarnya sudah 1 tahun bekerja di Taiwan sebagai pengasuh. Tapi karena majikannya mengalami kecelakaan dan yang diasuh meninggal akhirnya dia dikembalikan ke agency dan bekerja di tempatnya yang baru itu. Dia di sana baru satu bulan," ungkapnya.

TKI ini, kata Krishna, sempat melaporkan kejadian itu ke Konseling (Disnaker Taiwan), sehingga petugasnya datang. Pihak konseling sempat memeberi teguran ke majikannya, tapi tak diindahkan.

"Katanya majikannya tidak akan mengulangi lagi, tapi seminggu kemudian justru terulang lagi. Sehingga, dia memutuskan untuk pindah," jelasnya.

Saat itu juga, agensi di Taiwan memberi jawaban untuk menindaklanjuti permintaannya untuk pindah ke tempat baru. Agensi juga menjanjikan akan mencarikan tempat itu selama kurang lebih satu bulan.

 
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

"Katanya agensi mau menjemputnya di rumah majikannya. Semua barang sudah dikemasi, koper-koper besar sudah dikeluarkan. Ternyata sampai malam dia tidak dijemput. Dia juga tidak boleh masuk ke rumah, sehingga semalaman tidur di depan pintu dengan kondisi musim dingin," jelasnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius dari KAMI Banyuwangi. Bahkan, KAMI secara khusus mengecam tindakan yang dialami oleh Buruh Migran Indonesia (BMI) asal Bumi Blambangan tersebut.

"Ini kasus langka dialami oleh BMI di Taiwan, sangat jarang kejadian ini terjadi. Sehingga kami mengecam keras tindakan ini," pungkasnya. 

Sumber:beritajatim

No comments

Powered by Blogger.