Bekerja di Taiwan, TKW Ini Hilang Kontak Sejak Tahun 2000

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal
 
Tim petugas Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang kini sedang menelusiri jejak keberadaan pekerja imigran Indonesia (PMI) bernama Siti Juana alias Siti Juwariyah yang kini sudah berusia 43 tahun, asal Dusun Sidomukti, Desa Ringinsari, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Ia yang pertama berangkat sebagai tenaga kerja wanita (TKW) ke Taiwan melalui perusahaan jasa pengerah tenaga kerja PPTKIS Kebumen Jaya, Jakarta tahun 1998, sempat pulang tahun 2000. Namun ia kemudian balik lagi ke Taiwan, setelah sempat beristirahat di rumah orang tuanya selama setengah bulan.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal
 
“Kita masih berupaya membantu menelusuri jejak Siti Juana alias Siti Juwariyah lewat Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI serta Asosiasi Pengerah Tenaga Kerja Indonesia (Aspataki) Jatim,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo yang dihubungi SP, Rabu (25/4).

Ia berjanji terus melakukan upaya pencarian dengan berkirim surat ke Kementrans, Kemenlu yang ada di Jakarta. “Kita juga melaporkan hal tersebut pada Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) serta Asosiasi Pengerah Tenaga Kerja Indonesia (Aspataki) Jatim,” katanya. Siti Juana sendiri menurut keterangan keluarganya, pada tahun 2000 lalu sempat pulang. Artinya, mereka (Siti Juana) sudah menjalani kontrak kerja selama 2 tahun. Otomatis keberadaan Siti Juana sudah lepas dari tanggung jawab PT yang memberangkatkan.

“Kendati demikian, atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, pihaknya terus berupaya mencari dimana keberadaan Siti Juana,” paparnya. Pada bagian lain, Wardoyo membenarkan, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan Aspataki Jatim dan para petugas lapangan (PL) perekrut tenaga kerja wanita (TKW) serta perusahaan jasa pengerah tenaga kerja yang memiliki kantor cabang di Kabupaten Malang. Langkah itu guna mengantisipasi dan mencegah masyarakat di pedesaan terjebak sebagai PMI ilegal. Yoyok menambahkan, jika berangkat dengan status ilegal, maka hak perlindungan mereka (PMI/TKW) akan hilang.

Keluarga Siti


Sesuai surat Kepala Desa Ringinsari, Misnan Ulul Albab, nomor: 145/460/35.07.04. 2012/2018 disebutkan, Siti Juana lahir di Malang tahun 1975. Siti Juana sejak tahun 1998 pergi bekerja ke negara Taiwan melalui PPTKIS Kebumen Jaya Jakarta. Dalam surat Kades tempat Siti Juana tinggal, PMI itu pada tahun 2000 sempat pulang ke kampung halamannya dengan alasan cuti selama 15 hari. Setelah itu, Siti Juana kembali lagi ke Taiwan. Namun sejak itu keluarga Siti Juana sampai sekarang kehilangan kontak dan tidak tahu keberadaannya.

https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore
 
Menurut Holili (41) kakak kandung Juana mengatakan, dengan dilaporkannya kehilangan adik bungsu dari tiga bersaudara ini pihaknya berharap ada upaya dari pemerintah untuk melacak keberadaan sang adik di negara Taiwan membuahkan hasil. Kami hanya bisa berharap, pemerintah memberikan perhatian atas nasib warga negaranya yang hilang di negeri orang. “Saya tidak mengerti tentang itu surat menyurat. Tahunya sama Pak Lurah dibuatkan surat laporan untuk diantar ke kantor Disnaker dan di kantor itu ia hanya bisa berceritera apa adanya,” ujar Holili, Senin (23/4) yang lalu.

Sementara itu, Syaiful, Ketua DPP Aspataki Jatim secara terpisah menjelaskan, bahwa pemerintah terus menyebar informasi ke sejumlah perwakilannya (KBRI) di luar negeri, utamanya Taiwan, Hong Kong, dan Tiongkok, Singapura serta Malaysia. “Dalam hal ini kita selalu jadi sasaran. Bisa juga nama itu sudah pindah kerja ke negara lain. Tetapi kami terus berupaya maksimal melakukan pencarian, yaitu dengan cara menyebar informasi ke sejumlah perwakilan di luar negeri,” ujar Syaiful.

Sumber:beritasatu

No comments

Powered by Blogger.