Bumi Bumi Kardus Raup Cuan Dari Kreasi Kardus

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Bisnis yang memanfaatkan limbah kardus ini bermula dari ketidaksengajaan Sanjaya Arifin membuat rumah-rumahan untuk anaknya. Lantas, dia pun menuai pesanan dari teman-teman, setelah mainan itu diposting di Facebook. Sejak saat itulah, Sanjaya menekuni bisnis ini.    
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Mulanya Bumi Bumi Kardus menerima pesanan mainan dari kardus, seperti mobil, rumah, kapal, tank dan sebagainya. Lama-lama permintaan lain, seperti dekorasi dari kardus datang dari berbagai lembaga dan event organizer (EO).

Maka, kini Sanjaya tak hanya membuat mainan, tapi juga ragam dekorasi acara berbahan kardus. Bahkan, juga suvenir dari kardus.

Pelanggan bebas menentukan model, bentuk serta konsep dari dekorasi atau suvenir yang diinginkan. Semua komunikasi dia lakukan melalui chat WhatsApp (WA), email maupun telpon, jarang bertemu langsung karena kendala lokasi dan kesibukan. Lantaran tak ada tatap muka, dia pun harus benar-benar paham konsep yang diinginkan konsumen. "Semua harus clear, jadi proses pembuatannya lebih mudah. Pelanggan puas, saya juga senang,” katanya.

Produk kardus buatan Bumi Bumi Kardus dibanderol mulai Rp 25.000, Rp 50.000, Rp 150.000 sampai Rp 1 juta untuk mainan ukuran besar, seperti kastil, rumah, kapal dan sebagainya.  Sedangkan, paket dekorasi serba kardus dibanderol mulai Rp 5 juta, Rp 25 juta bahkan sampai Rp 50 juta.

“Terakhir kemarin, kami dapat pesanan dari Legoland Malaysia, jadi saya disuruh buat lego tapi dari kardus. Lalu beberapa perusahaan seperti Astra, BNI, PLN dan Shell juga beberapa kali minta untuk dekorasi dan suvenir,” terang Sanjaya.

Untuk dekorasi besar, biasanya ia hanya mampu menerima tiga proyek dekorasi. Karena untuk mengerjakan satu dekorasi yang cukup rumit butuh waktu 1 -2 minggu.  Sedangkan untuk mainan kardus berukuran besar butuh waktu sekitar 3-4  hari. Sanjaya dibantu oleh 2 orang karyawan tetap dan 6 orang karyawan lepas. 

Ia membuat dekorasi dan mainan ini per bagian. Sebab, tingginya ongkos kirim juga menjadi pertimbangannya. Kemudian, Sanjaya juga membuat tutorial untuk menyusunnya.        
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Tak hanya menerima pesanan mainan, dekorasi dan suvenir kardus, pria kelahiran 1980 ini juga kerap mengisi workshop dan pelatihan membuat mainan kardus. Ia sendiri belajar kreasi kardus secara otodidak dari komunitas di Malang dan melihat tutorial di Instagram.

Kini, salah satu keinginannya adalah membuat stok mainan kardus untuk anak-anak supaya konsumen tak perlu menunggu lama. "Sekarang sedang saya buat bagaimana konsep dan sistemnya,” pungkasnya.

Sumber:kontan

No comments

Powered by Blogger.