<-->

Dibuang sejak Kecil, Wanita Ini ke China Cari Orangtua Kandungnya

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Mencari orangtua kandungnya. Itulah yang menjadi pertimbangan seorang perempuan bernama Vera ketika memutuskan datang dari Belanda ke China. Dilansir Guizhou Metropolis Daily via South China Morning Post Kamis (12/4/2018), semua berawal ketika Vera ditinggalkan di Stasiun Kereta Guiyang ketika berusia dua tahun. Dia ditemukan sedang menangis ketika ditemukan oleh seorang warga yang lewat.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Vera lalu dibawa ke kantor staf kereta. Di sana, petugas membantu Vera untuk menemukan orangtuanya. Namun, tidak ada di antara para pengguna kereta yang merasa kehilangan anak. Vera lalu dibawa ke sebuah panti asuhan. Di sana, dia diberi nama Wei Fang. Dua tahun berselang, sepasang suami istri asal Belanda mengdopsinya, dan membawanya ke negara mereka.

Meski menjalani masa kecil dengan bahagia, Vera mengaku sering menangis di malam hati ketika mengetahui bahwa dia diadopsi. Vera berkata, dia sering diejek oleh teman-temannya ketika menginjak masa SMP. "Mereka sering bertanya mengapa saya berbeda dengan orangtua saya," kenangnya. 

Dia sering berpikir, dan tidak memahami mengapa keluarga kandungnya memilih membuangnya. "Mungkin, mereka mengalami kesusahan pada saat itu," ujarnya. Dua dekade bersama orangtua angkatnya, Vera memutuskan untuk kembali ke China pada 2010 demi mencari keberadaan orangtua kandungnya. Karena ditinggalkan sejak kecil, Vera berkata bahwa ingatannya akan orangtua kandungnya begitu terbatas. 

Petunjuk yang dia punya adalah nama China-nya Wei Fang, serta sebuah luka bakar di punggung tangan kanannya. Keinginan Vera untuk bertemu orangtua kandung mendapat dukungan dari pasangan yang sudah mengadopsinya. Selama di China, dia mendaftar sebagai mahasiswa di Universitas Guizhou sembari terus mencari informasi soal keberadaan orangtuanya. 

https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Segala upaya sudah dilakukan Vera untuk mencari orangtua biologisnya. Mulai dari meninggalkan sampel DNA, memanfaatkan bantuan pemerintah atas pencarian anak hilang, hingga membagikan selebaran. Namun, usahanya menemui masih belum menemui hasil soal orangtua kandungnya, maupun kerabat mereka. 

Meski begitu, Vera belum menyerah. Ia bahkan berkata bahwa dirinya akan lebih menyesal jika tidak melakukan pencarian. "Apapun hasil yang bakal saya dapatkan ke depannya, saya harus terus berusaha meski sangat sulit mencari informasi tentang mereka," beber Vera

Sumber:kompas

No comments

Powered by Blogger.