<-->

Gorok Leher Majikan, TKI Singapura Dipenjara 15 Tahun

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Tenaga kerja Indonesia (TKI) kembali terjerat masalah di negeri orang. Kali ini, TKI bernama Minah, 38, dituduh membunuh majikannya dengan sangat keji.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Laman New Straits Times, Selasa 24 April 2018, melaporkan, Minah baru sebulan bekerja di rumah majikannya. Dia membunuh majikan yang sudah renta bernama Tay Quee Lang dengan cara menusuk pisau ke lehernya.

Ketika ditanya pihak kepolisian, Minah dilaporkan berbohong dengan mengatakan majikannya yang berusia 77 tahun tersebut bunuh diri.

Minah dijatuhi hukuman 15 tahun penjara pada Senin 23 April kemarin. Dia akhirnya mengaku bersalah atas tuduhan pembunuhan di flat Tampines Street pada 13 Februari tahun lalu.

Komisioner Yudisial Audrey Lim setuju dengan hukuman yang diusulkan jaksa penuntut. Hakim mengatakan tanggapan Minah pada omelan majikan sebagai hal yang tidak jelas dan tak beralasan.

"Jelas pembelaan terdakwa tidak proporsional dan tak beralasan. Ini bukan kasus di mana almarhum menggunakan kekerasan atau menggunakan ancaman apa pun pada Anda," ucap hakim dalam sidang.

Setelah hukuman dibacakan, dua anggota keluarga majikan Minah mulai menangis. Sementara penonton persidangan bahagia atas hukuman yang diberikan kepada Minah.

Minah mulai bekerja untuk Tay dan suaminya Tan Hee Seng, 78, sejak Januari 2017. Minah dipekerjakan Tan untuk merawat istrinya yang membutuhkan tongkat dan bantuan untuk bergerak.

Namun, suatu ketika Tay memarahi pekerjanya karena makan terlalu lama. Keduanya sempat terlibat adu mulut.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Gelap mata, Minah kemudian mengambil pisau dapur sepanjang 22 sentimeter dan berjalan ke arahnya. Majikan Minah sempat melawan, namun Minah malah menusukkan pisau itu ke leher sang majikan.

Saat suami majikannya datang, dia melihat sang istri sudah bersimbah darah. Menurut dokter tancapan pisau Minah merobek puncak paru-paru sebelah kiri sang majikan.

Sumber:medcom

No comments

Powered by Blogger.