Jadi Korban Sindikat Narkoba, TKW Blitar Dihukum Seumur Hidup



        Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Blitar, menjadi korban sindikat perdagangan narkoba di Filipina. Korban bernama Dwi Wulandari, warga Lingkungan Tumpuk Rt 4 Rw 06, Kelurahan Tangkil, Kecamatan Wlingi.



Informasi yang dihimpun detikcom dari Migrant Care menyatakan, Dwi tertangkap di bandara Manila pada 29 September 2012 lalu. Dia kedapatan membawa narkoba jenis kokain seberat 6 kg.



Koordinator Bantuan Hukum Migrant Care P Nurharsono menyatakan, Dwi menjalani proses hukum panjang.

"Pada 22 Juni 2017 lalu Regional Trial Court Pasay City FIlipina memutuskan penjara seumur hidup bagi Dwi. Namun pengacara Dwi mengajukan banding karena menilai putusan itu tidak adil, dan posisi Dwi sebagai korban," kata Nurharsono ketika dihubungi detikcom, Kamis (12/4/2018).

Dikatakan tidak adil, lanjut Nur, karena hukuman yang dijatuhkan pada Dwi sama dengan hukuman pengedar narkoba yang telah terdeteksi masuk jaringan sindikat. Padahal nama Dwi, tidak masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sindikat di negara itu.

"Pihak Intelejen sana menyatakan jika Dwi tidak masuk daftar sindikat DPO narkoba. Jadi pengacara langsung mengajukan banding, karena hukuman yang dijatuhkan sama dengan yang kategori sindikat," ungkapnya.

Menurut Nurharsono, Dwi merupakan korban sindikat kejahatan peredaran narkoba. Sekaligus sebagai korban human trafficking.

Pernyataan ini juga dibenarkan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar. Kasi Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Disnaker Pemkab Blitar Jarun menyatakan, jika keberangkatan Dwi ke
Malaysia non prosedural.

"Nama Dwi Wulandari tidak terdaftar di online go TKI. Informasi dari ibunya, dia pamit berangkat ke Malaysia pada Juli 2012 atas ajakan teman facebook yang bernama Erna," ungkap Jarun.

Keluarga Dwi baru mengetahui jika Dwi tersangkut masalah hukum diFilipina setelah mendapat kabar dari KBRI.

"Ini seringkali terjadi dan diluar pengetahuan kami. Makanya kami imbau, jika mendapat tawaran bekerja keluar negeri konsultasikan dulu dengan dinas tenaga kerja. Supaya kejadian seperti ini tidak bertambah lagi korbannya," pungkas Jarun


Sumber : duapena

No comments

Powered by Blogger.