<-->

Kisah Zaini, TKI Vonis Mati di Arab Jadi Tukang Cukur di Penjara Demi Kirimi Uang untuk Keluarga




      Saudi Arabia-WNI yang berasal dari Bangkalan Jawa Timur, Muhammad Zaini Misrin (47) di hukum mati oleh pemerintah Arab Saudi.



Zaini di hukum pada hari minggu 18 maret 2018 dengan hukuman pancung.

Dilansir dari Tribun Solo, Zaini merupakan seorang Tenga Kerja Indonesia (TKI) Arab Saudi yang bekerja sebagai sopir.

Berikut kami rangkum kronologisnya sekaligus fakta tentang Muhammad Zaini yang diesekusi mati.



1. Dituduh  membunuh majikan 

Zaini dituduh membunuh majikannya yang bernama Abdullah Bin Umar Muhammad Al Sindy.

 Pada tanggal 13 juli 2004 Zaini di tangkap oleh kepolisian Saudi Arabia.

2. Divonis Hukuman Mati

Empat tahun kemudian tepatnya pada tanggal 17 November 2008 Zaini divonis hukuman mati oleh pengadilan Arab Saudi.

3. Dipaksa Mengakui 

 Zaini di paksa mengakui telah membunuh majikannya, Zaini juga mengaku mendapat tekanan dari polisi Arab Saudi.

4. Permintaan Jokowi 

Presiden Jokowi telah 3 kali meminta pembebasan Zaini, hal tersebut di ungkapkan oleh Direktur Eksekutive Migrant Care, Wahyu Susilo.

5. Jadi Tukang Cukur di Penjara

Zaini sempat mengirimkan uang hasil kerja kerasnya untuk keluarga di kampung halaman, saat berada di balik jeruji Zaini mencari uang dengan menjadi tukang cukur dadakan.

6. Beri Modal

Melalui pengakuan sang anak, Syaiful Thoriq Zaini memberi uang untuk modal di kampung halaman untuk usaha toko dengan uang sebesar 18 juta rupiah, uang tersebut merupakan jerih payah Zaini selama menjadi tukang cukur di balik jeruji besi.

7. Depresi

Zaini sempat merasa depresi ketika membuktikan dirinya tidak bersalah atas tuduhan yang ditujukan padanya.
Namun ia mengaku tak tahu bagaimana caranya untuk menuntut keadilan.

"Ini yang membuat saya frustrasi. Saya tidak bersalah. Tapi saya tidak tahu bagaimana caranya menuntut keadilan," tutur Zaini kala itu.

8. Pernah Pulang Kampung

Sang anak juga menceritakan bahwa Zaini pernah pulang ke kampung halaman.

Namun Zaini memutuskan kembali lagi ke Arab untuk mengumpulkan modal usaha membuka toko.

"Bapak memang ingin berhenti menjadi TKI dan ingin membuka usaha toko di rumah. Tapi terpaksa kembali berangkat karena butuh modal usaha.



Sumber : Pahlawan devisa

No comments

Powered by Blogger.