<-->

Pasutri Malaysia Pembunuh TKI Isti Komariah Lolos dari Hukuman Gantung

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Pasangan suami istri (pasutri) yang menjadi terdakwa pembunuhan terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI) bernama Isti Komariah, lolos dari hukuman mati. Keduanya tidak jadi dihukum gantung setelah Pengadilan Federal Malaysia mengubah tuntutan atas pembunuhan tersebut.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Majelis Hakim yang dipimpin Ketua Pengadilan Banding, Zulkefli Ahmad Makinudin, lantas menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara kepada pasangan Fong Kong Meng dan Teoh Ching Yen. Keputusan itu diambil setelah berunding dengan anggota timnya yang berjumlah lima orang.

Zulkefli bersama dengan Ketua Pengadilan Sabah dan Sarawak, Richard Malanjum, dan Hakim-Hakim dari Pengadilan Federal, Hasan Lah; Balia Yusof Wahi; dan Aziah Ali, memutuskan agar hukuman penjara 20 tahun terhadap pasangan itu berlaku semenjak keduanya dipenjara pada 5 Juni 2011.

Majelis Hakim menjatuhkan vonis tersebut setelah mengizinkan pasutri Fong dan Teoh untuk mengajukan banding atas hukuman mati. Keduanya terbukti bersalah telah membunuh Isti Komariah di rumahnya di Sea Park, Petaling Jaya, pada 14 Mei 2010 hingga 5 Juni 2011.

Hakim Zulkefli Ahmad Makinudin menuturkan, proses hukum yang berjalan tidak cukup memberi bukti pembunuhan tersebut. Sementara itu, pengacara kedua terdakwa, Datuk Seri Gopal Sri Ram mengatakan, kliennya sudah mendekam selama tujuh tahun sejak 5 Juni 2011 dan Teoh diketahui menderita kanker payudara.

Deputi Jaksa Penuntut Umum, Mohd Hamzah Ismail, sempat meminta hukuman yang lebih ringan kepada kedua terdakwa. Sebab, korban meninggal dunia akibat kelaparan karena tidak diberikan makanan oleh Fong dan Teoh.

“Dalam kasus tersebut, maka hukuman maksimal adalah 30 tahun penjara. Saya meminta 25 tahun bagi kedua terdakwa,” urai Mohd Hamzah Ismail, melansir dari The Star, Kamis (5/4/2018).

Zulkefli bersikukuh agar hukuman yang diberikan kepada perempuan berusia 60 tahun itu sama dengan suaminya meski menderita penyakit kanker payudara. Menurutnya, otoritas penjara dapat membawa Teoh Ching Yen ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

“Pengadilan meyakini bahwa hukuman yang setimpal dalam kasus ini adalah 20 tahun penjara bagi setiap terdakwa,” tegas Zulkefli Ahmad Makinudin.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Pengacara kedua terdakwa lainnya, Hisyam Teh Poh Teik mengatakan, Isti Komariah sempat menulis catatan berisi pengakuan bahwa kedua majikannya sangat baik sementara dirinya tidak berperilaku dengan baik. Mohd Hamzah lantas membantah dan mengatakan bahwa korban tidak diberikan makanan hingga dituduh mencuri biskuit dan sup di rumah majikannya tersebut.

Hamzah menambahkan, berat badan korban diketahui turun dari 49 kilogram (kg) menjadi 26 kg dibandingkan saat pertama kali bekerja untuk pasutri tersebut. Pada 6 Maret 2014, Pengadilan Tinggi menemukan bahwa korban meninggal dunia akibat kelaparan karena tidak diberi makan serta perawatan medis memadai oleh kedua majikannya.

Sumber:okezone

No comments

Powered by Blogger.