Pengadilan Kuwait Hukum Gantung Majikan Bunuh TKW Filipina

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Keluarga dari mendiang Joanna Demafelis, 29 tahun, yang merupakan TKW asal Filipina yang tewas dibunuh majikannya di Kuwait, meminta keadilan hukum dan menolak uang damai atau juga disebut darah pengganti dari pelaku.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

“Kami tidak butuh itu. Kami ingin keadilan terutama untuk orang tua kami,” kata Jojet Demafelis, saudara lelaki tertua Joanna, di Iloilo City, Filipina, seperti dilansir media Philstar, Selasa, 3 April 2018.

Menurut Jojet, keluarga merasa agak tenang setelah kedua pelaku tertangkap. Mereka menunggu keduanya diekstradisi ke Kuwait.

Seperti dilansir media Al Jazeera, pengadilan kriminal di Kuwait memutuskan hukuman gantung bagi kedua majikan Joanna, yang tewas dan jasadnya disembunyikan di dalam kulkas di sebuah apartemen yang tidak digunakan.

Penegak hukum Kuwait mengejar kedua majikan yang melarikan diri ke Suriah.  Kedua majikan yaitu Nader Essam Assaf dan istrinya Mona Hassoun. Setelah dikejar Interpol, Assaf, yang berkewarganegaraan Lebanon, tertangkap di Suriah dan diserahkan ke Lebanon. Sedangkan Mona masih ditahan di Damaskus. Kedua terdakwa masih bisa mengajukan banding atas hukuman mati yang mereka terima.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Kematian Defamelis ini mengguncang Filipina. Presiden Rodrigo Duterte memerintahkan penghentian pengiriman pekerja ke Kuwait sehingga memicu ketegangan diplomatik.

Duterte bertekad meminta keadilan atas pekerja Filipina yang mendapat siksaan majikannya. Dia lalu mengirimkan pesawat terbang ke Kuwait untuk membawa semua tenaga kerja yang ingin pulang. Duta besar Filipina untuk Kuwait, Renato Villa, mengatakan ada 6000 pengaduan pekerja Filipina pada 2017 saja.

Sumber:tempo

No comments

Powered by Blogger.