<-->

Setelah Kehilangan Kontak 18 Tahun, TKW Asal Indramayu Ini Tiba-tiba Pulang


https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Keluarga dan kerabat Nurfaiyzah di Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, dibuat kaget. Pasalnya mereka mendapat kabar jika sang anak, Nurfaiyzah binti Casman Ali yang menjadi TKW di Timur Tengah akan kembali pulang ke rumah.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Padahal, pihak keluarga selama ini sudah mengira Nurfaiyzah meninggal setelah kehilangan kontak selama 18 tahun. Pihak keluarga dan kerabat pun sudah mencoba mengikhlaskan Nurfaiyzah.

Menurut informasi, anak sulung Casman Ali itu bekerja sebagai asisten rumah tangga di salah satu keluarga di Jeddah, Arab Saudi. Nurfaiyzah menjadi TKI saat masih berusia 13 tahun.

Namun karena usianya masih belia, awalnya ia tidak diperbolehkan berangkat. Namun pihak perusahaan memaksakan diri dan mengubah usia Nurfaiyzah menjadi lebih tua.

Nurfaiyzah pulang ke Indonesia, atas dorongan majikannya. Selama bekerja 18 tahun, Nurfaiyzah tidak mau pulang.

Belum lagi, karena terlalu lama di Timur Tengah, Nurfaiyzah saat ini sudah tidak bisa lagi berbahasa Indonesia, apalagi bahasa daerah kelahirannya. Saat bekerja, Nurfaiyzah tidak terlalu dibebani banyak pekerjaan.

Dia hanya bertugas menyetrika baju. Segala kebutuhannya dipenuhi. Gaji pun lancar.

Salah seorang kerabat keluarga Nurfaiyzah, Sehad (60) mengatakan, pihak keluarganya mengira Nurfaiyzah sudah meninggal dunia. Dikarenakan sejak keberangkatan dan hingga kini Nurfaiyzah tidak pernah mengirimkan kabar.

Kendati demikian, pihak keluarga telah berusaha dan mencoba menghubungi pihak perusahaan yang memberangkatkannya untuk mengetahui kabar Nurfaiyzah. Akan tetapi usaha itu sia-sia.

“Karena sudah tidak ada kabar lagi, pihak keluarga akhirnya pasrah dan menganggapnya Nurfaiyzah meninggal dunia. Bahkan keluarga dan kerabatnya melakukan doa dan tahlilan umumnya kami di sini,” ujarnya, Jumat (6/4).

Sehad mengatakan, kabar tersebut diterima pihak keluarga setelah petugas Ketenagakerjaan Kemenaker yang diantar pamong desa Sumuradem, datang ke rumah orang tua Nurfaiyzah di Dusun Kalen Tengah, Desa Sumuradem. Mendapat kabar itu, pihak keluarga setengah percaya sekaligus bahagia.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Setelah mengetahui Nurfaiyzah masih hidup, orang tua dan keluarga dengan diantar petugas Kemenaker berangkat ke Jakarta untuk melakukan penjemputan.

“Sekarang lagi menjemput Nurfaiyzah di bandara. Barusan juga saya hubungi, sekarang lagi perjalanan. Tapi ngomongnya mampir dulu ke tempat saudara orang tuanya di Tanjung Priok, kemudian mampir di Karawang. Di sini kami sedang menunggu kedatangannya. Syukur dan alhamdulillah, Nurfaiyzah masih hidup,” kata Sehad.

Sumber:pojoksatu

No comments

Powered by Blogger.