Taiwan meminta Filipina untuk tidak mengirim tersangka penipuan ke China




Taipei, 3 April. Kementerian Luar Negeri (MOFA) pada Selasa menyerukan Filipina untuk tidak mendeportasi ke China 78 tersangka pelaku penipuan Taiwan yang ditangkap di negara itu pada Januari, mengutip praktik lama dan kerja sama peradilan bilateral antara kedua negara.

Dalam sebuah pernyataan, MOFA mendesak Manila untuk menghargai persahabatan antara kedua negara.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Mengutip perjanjian bilateral yang ada tentang bantuan hukum timbal balik dalam masalah kriminal dan sebuah nota kesepahaman dalam memberantas kejahatan transnasional, MOFA menyerukan kepada pihak berwenang Filipina untuk mengirim para tersangka kembali ke Taiwan, bukan ke sisi lain dari Selat Taiwan.

Manila juga harus menghormati keinginan para tersangka Taiwan dan menghormati prinsip kewarganegaraan dengan mendeportasi mereka kembali ke Taiwan untuk menghindari merongrong hubungan bilateral, tambahnya.

https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

78 tersangka itu termasuk di antara 158 orang yang ditangkap di Filipina pada 13 Januari karena dugaan keterlibatan mereka dalam kegiatan telekomunikasi palsu, menurut MOFA. Dari 158, 73 ditemukan warga negara Cina dan telah dikirim kembali ke Tiongkok. Para tersangka Taiwan masih ditahan di Filipina.

Kasus penipuan sebelumnya pada tahun 2011 yang melibatkan warga negara Taiwan di Filipina memicu pertikaian diplomatik antara kedua negara setelah Manila mendeportasi 14 Taiwan ke China pada 2 Februari 2011.

Taipei memprotes tindakan tersebut dan meminta Manila untuk meminta maaf atas apa yang dikatakan Taiwan adalah kurangnya penghormatan terhadap hak-hak yurisdiksinya.

Kontroversi sepanjang bulan hanya berakhir setelah Presiden Filipina Benigno Aquino III dua kali mengirimkan utusan khusus ke Taipei untuk menjelaskan sikap pemerintahnya dan menyingkirkan pejabat imigrasi atas, sehingga mengakhiri perselisihan diplomatik.




Sumber :focus taiwan

No comments

Powered by Blogger.