<-->

Tanda-tanda Infeksi Anisakis, Cacing yang Ditemukan dalam Makarel




      Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik 27 produk makarel karena mengandung cacing Anisakis Sp. Dalam kondisi hidup, cacing yang merupakan parasit alami hewan laut tersebut bisa juga menginfeksi manusia.



Menurut temuan BPOM, cacing-cacing tersebut ditemukan dalam 27 produk makarel kalengan dalam kondisi mati. Meski tidak secara langsung membahayakan, keberadaan cacing-cacing mati tersebut dianggap tidak memenuhi standar mutu produk terkait.



Dalam kondisi hidup, larva cacing parasit Anisakis bisa juga menginfeksi manusia. Berbagai laporan dalam jurnal ilmiah mengungkap sejumlah kasus infeksi Anisakis, atau disebut Anisakiasis, setelah mengonsumsi sushi dengan ikan mentah.

"Manusia terinfeksi karena makan ikan mentah atau ikan yang diawetkan, diasinkan atau dimasak tidak sampai matang yang mengandung larva stadium tiga atau stadium empat," kata Prof dr Saleha Sungkar, DAP&E, MS, SpParK dari Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kepada detikHealth.

Menurut Prof Saleha, larva cacing yang termakan melalui ikan tersebut tidak menjadi dewasa dan melekat di mukosa lambung dan usus.

Gejala anisakiasis lambung timbul dalam 1-7 jam setelah makan ikan laut mentah yang mengandung larva Anisakis. Apabila larva menembus dinding lambung, maka dapat timbul radang lambung dengan gejala nyeri hebat di perut bagian atas, mual, muntah, diare dan urtikaria (bentol-bentol).

dr Saleha juga menyebutkan jika anisakiasis terjadi di usus (anisakiasis intestinal) akan menyebabkan gejala nyeri perut mendadak disertai mual, muntah, dan iritasi peritoneal (selaput tipis di perut di mana terjadinya proses pembuangan dari dalam darah).

"Gejala biasanya terjadi 1-5 hari setelah makan ikan mentah. Kadang-kadang buang air besar tercampur darah segar," lanjutnya.

Prevalensi anisakiasis tertinggi terdapat di daerah yang penduduknya suka makan ikan laut mentah atau tidak dimasak sampai matang seperti sushi dan sashimi di Jepang, green herring di Belanda, ceviche di Amerika Selatan dan gohu cakalang di Sulawesi Utara.

Oleh karena itu, dituturkan oleh dr Saleha untuk diagnosis diperlukan wawancara teliti mengenai kebiasaan makan si pengidap. Pada umumnya pengidap anisakiasis dapat sembuh sendiri, namun karena larva dapat menembus usus dan menuju organ lain, diperlukan adanya gatroskopi.

Gatroskopi merupakan tindakan pemeriksaan pada bagian perut menggunakan sebuah alat bernama endoskop yang dimasukkan melalui mulut. Tindakan ini diperlukan untuk menemukan larva cacing anisakis.

Namun jangan khawatir, pada kasus ikan makarel kalengan ini dr Saleha mengatakan tidak ada bahaya karena karena cacing sudah mati dalam proses pengalengan. Artinya cacing sudah melalui proses pemanasan.

"Larva akan mati dengan pembekuan pada -200 celsius selama 24-60 jam atau dengan pemanasan pada suhu lebih dari 60-650 celsius," tambah dr Saleha.

Untuk menghindari kemungkinan terjadinya infeksi, ia menyarankan untuk menghindari mengonsumsi ikan mentah atau setengah matang atau yang dimasak kurang matang, asap, atau diasinkan. Jika tetap ingin memakan ikan laut, masaklah hingga matang sempurna.

Sumber : detik health

No comments

Powered by Blogger.