'The Power of Rendang': Saat warganet Indonesia dan Malaysia bersatu membela keaslian rendang



     Rendang bisa memisahkan, tapi juga menyatukan. Ini terjadi saat warganet Indonesia dan Malaysia sama-sama membela martabat rendang yang disebut oleh seorang juri sebuah acara kompetisi memasak, Masterchef UK, "harus renyah".



Persaingan dan kompetisi antara Indonesia dan Malaysia di berbagai bidang tampaknya akan menjadi sesuatu yang abadi.



Terakhir kali saling ejek antara warganet Indonesia dan Malaysia terjadi, yaitu saat insiden bendera Indonesia yang terbalik di buku souvenir SEA Games 2017.

Saat itu, seorang warga Indonesia berkampanye dengan grafis animasi di Facebook @sahabat.serumpun, ingin mengajak warga net menyudahi permusuhan dengan Malaysia terkait insiden bendera terbalik. Sebab menurut dia 'permusuhan Indonesia-Malaysia dan sebaliknya memalukan'.

Dalam hal 'perebutan' klaim soal rendang, tercatat sudah terjadi sejak 2009. Konflik itu akan datang dan pergi jika hubungan dua negara ini sedang meruncing. Masih ada lagi saling klaim soal batik dan cendol.

Yang istimewa, gara-gara komentar seorang juri kompetisi memasak televisi Inggris, Masterchef UK, kini warganet Indonesia dan Malaysia bersatu dan saling bahu-membahu dalam membela martabat serta keaslian rendang.

Insiden ini bermula dari tersingkirnya kontestan bernama Zaleha Kadir Olpin, 48, seorang akuntan asal Bristol, dari babak perempat final kompetisi memasak Masterchef UK.

Zaleha tersingkir setelah memasak nasi lemak, dan menyajikannya lengkap dengan potongan timun, gulungan telur dadar, ikan bilis, udang sambal, kacang, dan rendang ayam.

Masalahnya adalah pada komentar dua juri Masterchef, John Torode dan Gregg Wallace, yang mengatakan bahwa rendang ayam yang disajikan oleh Zaleha "kulitnya tidak garing" dan "dagingnya tidak lepas dari tulangnya".

Zaleha, setelah tersingkir, mengunggah foto nasi lemak dan rendang ayam yang dibuatnya dan mengatakan, "Sangat sedih tereliminasi dari #masterchefuk tapi saya tetap berpegang pada cara tradisional saya memasak Nasi Lemak. Tidak akan mengubahnya demi apa pun."

Penilaian Torode dan Wallace, yang kemudian membuat Zaleha tersingkir, kemudian mengundang reaksi dari warganet yang mempertanyakan bagaimana kulit ayam dalam rendang bisa renyah atau garing. Dan Torode pun, lewat akun media sosialnya, membalas pertanyaan warganet soal 'kulit renyah' dalam ayam rendang itu.

Seorang wartawan dan penulis makanan asal Malaysia, Jahabar Sadiq, mengatakan bahwa permintaan agar rendang ayam itu harus "renyah" dan bukan "lembut" itu sebuah penghinaan.

"Mereka jelas-jelas tidak familiar dengan makanan dari belahan dunia yang berbeda, karena jika iya, mereka akan tahu seperti apa nasi lemak yang sebenarnya," katanya pada BBC News dari Kuala Lumpur.

"Ayam renyah? Tidak. Dagingnya harus lembut dan itu adalah hasil memasak berjam-jam...Banyak orang yang menghubungkan ayam dengan ayam goreng, tapi tidak ada kemampuan teknis. Ini rendang ayam, bukan KFC, jadi intinya adalah bagaimana seorang juru masak menguasai bumbu dan rasa pedas. Banyaknya santan yang digunakan juga penting."

Juru masak terkenal Malaysia Datuk Redzuawan Ismail atau Chef Wan mengatakan bahwa dua juri itu seharusnya minta maaf pada Zaleha.

"Saat kita belajar di sekolah masak, kita tahu hasil yang diperoleh saat memanggang daging tertentu, saat Anda merebusnya, ada beberapa teknik dalam persiapan makanan. Sama halnya dengan makanan Asia. Mereka tidak tahu bahwa ini makanan yang dimasak bersama kuah, jadi bagaimana mungkin bisa renyah? Ini bukan bebek yang garing seperti di coq au vin ala Prancis."

"Saya tahu tidak semua chef tahu soal ini, tapi minta maaflah. Jangan malah membuatnya jadi bahan candaan, 'Oh ini makanan Indonesia. Ini bukan soal kesalahan bahwa ini dari Malaysia. Cuitannya terdengar sarkastis dan memperlihatkan kesombongannya. Terlepas dari apakah Zaleha menang atau kalah, ini bukan soal itu."

'Insiden' rendang ini sampai melibatkan cuitan dari Komisioner Tinggi Inggris untuk Malaysia, Vicki Treadell.

"(Rendang) tidak pernah #garing & jangan keliru dengan #ayamgoreng yang kadang disajikan dengan #nasilemak," dia mencuit.

'Rendang ayam kulit garing'
Warganet @WayneLee92963 mengatakan, "Sebagai orang Malaysia selama 22 tahun, ini baru untuk pertama kalinya saya mendengar rendang ayam harus garing kulitnya. Siapa yang makan rendang ayam dengan kulit yang garing?"

Torode pun menulis, "Mungkin Rendang adalah makanan Indonesia !! Saya suka ini !! Senang melihat kalian bersemangat .. Namaste".

Bukannya menenangkan, komentar Torode malah dianggap menyinggung kelompok budaya lain.

Menurut Spredfast, dalam sehari terakhir, ada peningkatan 3.700% lebih dalam penggunaan 'rendang' dalam hampir 35.000 cuitan.

Warganet @lockmeupwithjoy menulis, "Yang Terhormat John Torode, Namaste adalah ucapan salam yang biasa digunakan di India dan Nepal. India ada di Asia Selatan. Indonesia dan Malaysia ada di Asia Tenggarang. Sebelum menggunakan salam, atau memberi tahu orang asli suatu negara untuk membuat rendang yang garing, silakan belajar membedakan orang Asia. Terima kasih."

Ada juga yang menulis, "Senang melihat orang Melayu, Cina, dan India Malaysia serta orang Indonesia bersatu melawan juri kulit putih gara-gara rendang." Warganet lain juga menulis, "Hanya orang kulit putih yang berani-berani memberi tahu bahwa bukan seperti ini caranya meski cara itu sudah dilakukan selama beberapa dekade dan ada satu kelompok budaya yang memakan (rendang) dengan cara itu."

Tapi tak semuanya komentar itu negatif.

Seperti kata warganet @NadirahOthman, "Mungkin terlepas dari asalnya, tak ada rendang yang dimasak renyah atau dengan saus di pinggirnya. Sila Anda mengunjungi Malaysia, Indonesia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, untuk mencicipi rendang sapi dan ayam. Bawa juga teman Anda, @GreggAWallace! ❤️"


Sumber : BBC

No comments

Powered by Blogger.