<-->

Cantumkan PIN Kartu Kredit Saat Bayar Kopi, Wanita Ini Rugi Rp 107 Juta

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal
ilustrasi

Olesja Schemjakowa begitu menyesali tindakannya pada Februari lalu. Sebab, dia harus membayar hingga 7.709,70 franc Swiss, sekitar Rp 107,7 juta, untuk kopi dan kue. Diberitakan Oddity Central Kamis (3/5/2018), awalnya Schemjakowa dan anaknya mampir di kafe bernama New Point di Dietikon, dekat Zurich, Swiss, untuk membeli kopi dan kue. 

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Setelah selesai makan, Schemjakowa yang tinggal di Mullhouse, Perancis itu membayar dengan menggunakan kartu kredit. Entah kenapa, perempuan 37 tahun tersebut menuliskan PIN-nya ke bagian tip. Jadinya, dia harus membayar 7.709,70 franc Swiss alih-alih 23.70 franc Swiss, sekitar Rp 331.317.

Schemjakowa baru menyadari kesalahannya ketika menerima tagihan bulanan kartu kredit. Dia lalu menghubungi perusahaan penerbit kartu kredit, dan menjelaskan permasalahannya. Sayangnya, pihak perusahaan tidak bisa berbuat banyak karena itu bukan termasuk kasus penipuan. Begitu pun dengan polisi yang menyatakan tidak ada unsur kriminal di dalamnya. 

Putus asa, Schemjakowa lalu menghubungi pemilik kafe. Awalnya sang pemilik memaklumi, dan berkata bakal mengembalikan kelebihan 7.686 franc Swiss, Rp 107,4 juta pada akhir Maret. Namun, si pemilik mulai lambat dalam merespon panggilan maupun e-mail yang dikirim Schemjakowa, hingga dia tidak bisa dihubungi sama sekali. 

Kepada harian Swiss Blick, Schemjakowa akhirnya mengetahui kalau pemilik kafe telah mengajukan bangkrut, dan menutup tempatnya pada awal Maret lalu. "Saya tidak mengerti bagaimana si pemilik kafe bisa tetap menyimpan uang saya, sementara tidak ada yang bisa saya lakukan. Tidak adil!" kata Schemjakowa.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Perempuan yang tidak bekerja itu melanjutkan, dengan uang tersebut, seharusnya dia bisa hidup di Perancis selama beberapa bulan. Karena itu, Schemjakowa bertekad untuk mendapatkan uangnya meski peluangnya sangat kecil. "Saya diberi tahu masih ada kans satu persen uang saya kembali," tuturnya.

Sumber:kompas

No comments

Powered by Blogger.