Detik-detik Kanibalisme Makan Organ Vital Korban dengan Nasi

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Terosman alias Mansur akhirnya dihukum penjara seumur hidup oleh PN Muarabulian, Jambi. Mansur membunuh majikannya, Dasrullah dan memotong alat kelaminnya.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Hubungan antara Mansur dan Dasrul merupakan buruh dan majikan. Mansur merupakan buruh di kelapa sawit milik Dasrul. Mansur awalnya sakit hati karena dijanjikan gaji Rp 2 juta/bulan, tapi nyatanya hanya dikasih Rp 200 ribu/ton sawit yang dipetik. Sejak saat itu, ia menyimpan dendam dan rencana membunuh Dasrul.

"Da, hari Sabtu saya ke pondok," kata Dasrul kepada Mansur sebagaimana dikutip dakwaan jaksa.

Pondok yang dimaksud yaitu sebuah rumah sederhana di tengah kebun sawit untuk para buruh sawit .

"Alhamdulilah kalau gitu. Bekal nggak ada di pondok," kata Mansur.

"Apa yang nggak ada?" tanya Dasrul.

"Semua perlengkapan dapur nggak ada," jawab Mansur yang meminta majikannya membawa bekal makanan.

Pada 4 Nopember 2017 sore, Mansur tiba ke pondok.

"Masak apa?" tanya Dasrul.

"Masak air dengan nasi secanting. Mana pesanan bekal kemarin?" kata Mansur.

"Ndak ada? Apa nggak ada uang?" yanya Dasrul balik.

"Apa yang mau dimasak? Cuma beras," jawab Mansur kesal.

Setelah itu, Dasrul memberikan uang Rp 25 ribu ke Mansur dan menyuruhnya membeli di warung. Mansur lalu pergi dengan jalan kaki sehingga cukup memakan waktu. Pulang-pulang, Mansur dimarahi karena terlalu lama.

Kekesalan bertubi-tubi dan kata-kata yang menusuk-nusuk hati membuat Mansur benci setengah mati. Niat membunuh muncul. Setelah lewat tengah malam, Mansur ke kamar Dasrul yang tengah tertidur lelap.

Mansur menghunus golok dan menebas lengan kiri Dasrul. Majikannya kaget dan dalam kegelapan serta kepanikan langsung teriak. "Rampok!!!."

Mansur makin kalap dan mencincang majikannya. Usus terburai. Sayatan di sekujur tubuh Dasrul. Mansur kemudian memotong alat kelamin Dasrul dan memasaknya. Dengan santainya, Mansur memakan alat kelamin itu dengan nasi yang telah dimasaknya.

Jelang fajar, Mansur membangunkan anaknya dan sama-sama membuang jenazah korban. Sebuah lobang digali tidak jauh dari pondok. Setelah itu, mereka melarikan diri ke arah Padang.

Kuburan itu ditemukan warga tak berapa lama. Mansur dan anaknya ditangkap dan diadili. Mansur dituntut hukuman mati oleh jaksa tapi tak dikabulkan. PN Muara Bulian hanya menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup.

"Meskipun tindakan Terdakwa yang menghabisi majikannya tergolong sadis dan tidak berperi kemanusiaan, namun tujuan pemidanaan bukanlah semata-mata untuk melakukan pembalasan (retribution), tetapi juga haruslah mempertimbangkan seluruh aspek yang terkait dengan adanya tindak pidana itu, yaitu sebagai pembelajaran, mengasingkan terdakwa dari tengah-tengah masyarakat sehingga masyarakat termasuk keluarga korban menjadi aman, maupun sebagai efek jera, bagi Terdakwa dan anggota masyarakat lainnya, dengan demikian majelis hakim berpendapat bahwa menurut rasa keadilan pidana yang dijatuhkan kepada Terdakwa, adalah seumur hidup," ucap majelis hakim.

Sumber:detikcom

No comments

Powered by Blogger.