Di jual Rp 400.000/Kg, ikan kerapu asal Sumbar tembus pasar Hong Kong dan Singapura



    Pemasaran ikan kerapu hasil budi daya nelayan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menembus pasar Asia seperti Hong Kong dan Singapura.

"Ikan kerapu tersebut jenis bebek dan macan, per kilogram kerapu jenis bebek dihargai Rp 400.000 sementara jenis macan Rp 100.000," ungkap Plt Kepala Dinas Perikanan Pesisir Selatan Arlinda Wati seperti ditulis Antara Painan, Rabu (2/5).



Saat ini, terdapat tiga wilayah yang dijadikan sebagai lokasi pembudidayaan yaitu perairan Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, perairan Sungai Nipah, Kecamatan IV Jurai dan Perairan Sungai Bungin, Kecamatan Batang Kapas.

"Keramba-keramba budi daya paling banyak terdapat di Sungai Nipah, disusul Mandeh dan selanjutnya Sungai Bungin. Total keseluruhan berjumlah sekitar 200 unit" katanya.

Meski harga ikan kerapu yang dibudidayakan menggiurkan, namun dalam merawatnya dibutuhkan keseriusan serta baru bisa dipanen pada umur delapan bulan. "Ikan kerapu tidak hanya diberi pakan namun juga dimandikan dengan air tawar dengan maksud untuk membersihkan bakteri serta parasit yang menempel di badan ikan," sebutnya.

Kegiatan memandikan tersebut dilaksanakan minimal sekali dalam satu pekan, selain itu jaring-jaring keramba juga mesti dibersihkan sehingga tidak berlumut, karena apabila lumut tersebut dimakan ikan maka berisiko terhadap kesehatannya.

Bahkan menurutnya, tingkat kematian ikan juga tinggi, dan jika tidak telaten nelayan akan mengalami kerugian. Selain itu jika pun hidup hingga masa panen namun tidak dirawat maksimal beratnya pun tidak ideal.

Meski demikian ujarnya, nelayan-nelayan tetap termotivasi untuk memelihara ikan kerapu, hal tersebut dengan tidak berhentinya pembudidayaan ikan kerapu di daerah itu.

Hanya saja, nelayan setempat kesulitan mendapatkan bibit ikan karena harus didatangkan dari daerah Situbondo, Jawa Timur.

"Terkait penyediaan bibit ikan kerapu kami telah berkoordinasi dengan provinsi dan saat ini tim sedang berupaya untuk pengadaannya," ujarnya lagi.


Sumber : Merdeka

No comments

Powered by Blogger.