<-->

Dulu Kerja Serabutan, Pria Ini Kini Sukses Bisnis Keripik

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Tekad kuat seorang Ichdal Husaini mengantarkannya menjadi seorang pengusaha dari yang semula bekerja serabutan. Demi perbaikan kualitas ekonomi dan hidup, Ichdal mencari peluang berbisnis keripik dari bahan baku yang ada di daerahnya di Kalimantan Selatan.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

"Dulu ini saja kerja serabutan, semua saya kerjakan, bekerja untuk orang lain. Tapi saya pikir mungkin lebih baik punya usaha sendiri daripada bekerja untuk orang jadi kita coba lah sedikit-sedikit merintis," katanya dilansir dari detikFinance.

Maka dari itu, di tahun 2016 ia memulai usaha berjualan keripik berbahan dasar ikan gabus dan bebek. Ide berbisnis keripik ini muncul karena di daerahnya Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan telah banyak yang berjualan keripik, namun belum ada yang menggunakan bahan dasar ikan gabus dan bebek.

Ichdal ingin menciptakan keripik yang berbeda dengan yang lain. Sebab di daerahnya, kripik yang dijual biasanya berbahan dasar dari ubi jalar dan singkong.

"Ini awal mulanya bagaimana di sana kan banyak saingan krupuk-krupuk jadi kita coba dengan khas lain, yaitu ini dari ikan gabus dan satu lagi daging bebek. Jadi kita cari yang rasanya beda," sambungnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan modal untuk memulai bisnis ini ia keluarkan dari koceknya sendiri sebanyak Rp 100 ribu. Namun sekarang ia mampu menghasilkan omzet hingga Rp 2 juta/bulan. Dengan harga keripik ikan gabus dan bebek dijualnya seharga Rp 10 ribu untuk ukuran 150 gram.

"Kalau ini usaha pribadi, belum ada pinjaman dana. Dulu modalnya cuma Rp 100 ribu soalnya kita awal cuma buat tetangga-tetangga saja. Sekarang omzet Alhamdulillah antara Rp 1 juta sampai Rp 2 juta per bulan," imbuhnya.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Lantas, kini ia sudah mampu mempekerjakan 4 orang anggota keluarganya dengan rata-rata produksi hingga 100 bungkus per bulannya. Untuk pemesanan sendiri dia coba modernisasi dengan berjualan melalui platform digital, yakni lewat WhatsApp.

"Sekarang masih memperkerjakan keluarga ada empat orang. Produksi per bulan sesuai pesanan saja tapi rata-rata ya sekitar 100 kerupuk soalnya kita belum ada tempat bikin. Untuk pemesanan juga belum ada online, cuma via WhatsApp," pungkasnya.

Sumber:detikfinance

No comments

Powered by Blogger.