Parinah, TKI Bergaji Rp 3,7 Miliar Selama 18 Tahun Kerja Urung Dibayar

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Parinah binti Dulah Iksan, seorang tenaga kerja Indonesia asal Banyumas, Jawa Tengah, yang bekerja di Inggris selama 18 tahun hingga kini tak mendapatkan bayaran atau gaji. Saat ini Parinah telah dipulangkan ke Indonesia oleh KBRI di London. Seharusnya, selama masa kerjanya itu Parinah mendapatkan gaji sekitar 200 ribu pounds atau setara Rp 3,7 miliar.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Kepolisian Brighton, Sussex, Inggris telah melakukan investigasi terhadap kasus Parinah. Proses akhir investigasi itu oleh kepolisian Inggris telah diberitahukan kepada KBRI London. Hal tersebut dikatakan Minister Counsellor Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI London, Gulfan Afero.

Kata Gulfan, Kepolisian Brighton sudah berkoordinasi dengan pimpinan Crown Prosecution Service UK atau Kejaksaan Agung Inggris untuk menindaklanjuti kasus Parinah ke ranah hukum. Hasil investigasi kepolisian Brighton, kata Gulvan, menyimpulkan masih perlu langkah tindak lanjut untuk memperoleh barang bukti dan kesaksian dari pihak-pihak di Indonesia, termasuk Parinah dan keluarganya.

Sebelum meninggalkan Inggris, Parinah sebenarnya sudah memberikan keterangan saat ditanyai pihak kepolisian. Tapi, kepolisian Inggris masih memerlukan informasi tambahan untuk mengonfirmasi sejumlah hasil pemeriksaan tersangka dalam kasus ini.

Menurut Gulfan, penyidik kepolisian Inggris akan mengajukan pertanyaan tentang anggota keluarga yang pertama kali menghubungi Dinas Tenaga Kerja untuk melaporkan hilangnya Parinah. Kepolisian juga ingin mengetahui apakah salah satu anggota keluarga Parinah pernah mengirimkan surat balasan ke alamat majikannya di Brighton atau tidak.

“Jika iya, seberapa sering dan apa saja yang disampaikan? Kapan terakhir kali mendapat kabar dari Parinah?” kata Gulfan. "Apakah Parinah pernah mentransfer uang kepada keluarga di Indonesia? Jika iya, kapan saja dan nominalnya berapa.”

Selain memeriksa anggota keluarga Parinah, pihak kepolisian Inggris juga bakal memeriksa agen penyalur kerja atau PPTKI yang merekrut Parinah. Agen tersebut juga akan dimintai memberi mengenai kronologi rekrutmen Parinah, termasuk ihwal kontrak kerja.

Karena itu, kepolisian Inggris telah mempertimbangkan kemungkinan untuk mengirimkan penyidiknya ke Indonesia guna memperoleh bukti-bukti dan kesaksian tambahan tersebut. Gulfan mengatakan, Kepolisian Brigton meminta bantuan KBRI untuk menfasilitasi pencarian bukti dan kesaksian selama di Indonesia, termasuk meminta kesediaan Parinah dan keluarganya untuk memberikan keterangan.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Seperti diketahui, Parinah tercatat berangkat ke luar negeri pada 1999 untuk bekerja di Arab Saudi. Pada 2001, Parinah pindah ke Inggris. Sejak saat itu sampai 2018, Parinah tidak diperbolehkan pulang oleh majikannya. Dia juga tidak pernah menerima gaji.

Parinah sempat dikabarkan hilang sejak pergi ke Arab Saudi. Usai menemukan keberadaannya, KBRI bekerja sama dengan kepolisian Brighton membebaskan Parinah dari majikannya pada 5 April 2018. Saat itu majikan Parinah juga ditangkap. Pada 11 April 2018, Parinah dipulangkan ke Indonesia.

Sumber:kriminologi

No comments

Powered by Blogger.