Pekerja Migran Indonesia Bermasalah Sakit di Malaysia, P4TKI Sambas Fasilitasi Kepulangan ke Sambas

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

P4TKI Sambas kembali memfasilitasi kepulangan Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMI-B) yang sakit di Malaysia.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Pemulangan PMI-B ini, merupakan kerjasama antara P4TKI Sambas dengan BP3TKI Tanjung Pinang dan BP3TKI Pontianak.

Kepala BP3TKI Pontianak, Ahnas melalui Kasi Penyiapan Penempatan BP3TKI Pontianak, As Syafii mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru melalui surat Nomor 00589/WNIB/05/2018/07, bahwa PMI atas nama Yani (31 th) merupakan pasien rujukan dari Rumah Sakit Sultanah Aminah, Johor Bahru.

"Dimana pada saat itu dirawat di bagian unit psikiatri kemudian pada tanggal 15 April 2018 dipindahkan ke rumah sakit Permai, Johor hingga kondisi PMI tersebut stabil dan dapat dipulangkan menuju Sambas, Kalimantan Barat pada tanggal 9 Mei 2018, dengan didampingi oleh petugas BP3TKI Tanjung Pinang," ungkapnya, Senin (14/5/2018).

Menurut As Syafii, selanjutnya BP3TKI Pontianak pada tanggal 10 Mei 2018 tepatnya pukul 14.30 WIB menyambut kedatangan Yani di Bandara Supadio, melalui petugas Helpdesk BP3TKI Pontianak kemudian di bawa menuju shelter BP3TKI Pontianak untuk istirahat.

"Di bawa menuju shelter BP3TKI Pontianak yang berada di Jalan Uray Bawadi No 82 B Pontianak dan disambut oleh Kepala BP3TKI Pontianak Ahnas serta Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Andi Kusuma Irfandi," jelasnya.

Pada pukul 21.00 WIB, petugas perlindungan BP3TKI Pontianak, Bambang Irawan melakukan pendampingan pemulangan PMI dari Pontianak menuju kantor P4TKI Sambas dan tiba di Sambas pada tanggal 11 Mei 2018 sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

"Dengan menggunakan kendaraan operasional P4TKI Sambas, Bambang Irawan dan Dani Aribowo selaku Petugas P4TKI Sambas serta Yani, melanjutkan perjalanan dari Kota Sambas menuju Dusun Sungai Guntung Timur, Desa Sungai Palah, Kecamatan Galing Kabupaten Sambas dan tiba di kediaman yang bersangkutan pada hari Jumat (11/5/2018) pukul 02.00 WIB dini hari," terangnya.

Isak tangis pun pecah pada saat anak dari ibu Asnah tersebut tiba di kediamannya, suka dan duka pun terpancar dari raut wajah para keluarga.

"Yani telah pergi bekerja di Malaysia sejak tahun 2005 silam, tanpa menggunakan dokumen lengkap. Hingga saat ini kembali pulang ke kampung halamannya, dan telah 13 tahun lamanya tanpa kabar berita yang diterima oleh keluarga sejak keberangkatannya,"tutur Sandiman, adik ipar Yani.

Asnah, ibu kandung tak bisa menutupi rasa senangnya dapat kembali berkumpul bersama Yani. Ia mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para pihak yang telah membantu proses pemulangan anak kandungnya.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Yang selama ini tidak diketahui keberadaan anaknya selama kurang lebih 13 tahun.

Selama itu, pihak keluarga juga telah kehilangan orang tercintanya yaitu ayah kandung Yani, (Alm) Sabli dan kakak kandungnya telah dipanggil oleh yang maha kuasa.

"Sekali lagi saya mewakili seluruh keluarga, mengucapkan banyak terima kasih telah mengembalikan anak saya hingga ke rumah, walau dengan keadaan yang tidak kami harapkan," ujar Asnah sambil berurai air mata.

Sumber:tribunnews

No comments

Powered by Blogger.