<-->

Soal TKI Yang Hilang 17 Tahun di Kuwait, BP3TKI Akan Gandeng KBRI untuk Lakukan Penelusuran

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jawa Tengah (Jateng), akan membantu menelusuri dan memulangkan tenaga kerja Indonesia, asal Banyumas, Turniati, yang sudah 17 tahun tidak pulang.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Penelusuran keberadaan yang bersangkutan di Kuwait akan dilakukan dengan menggandeng Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di sana.

Demikian disampaikan oleh Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan dan Pemberdayaan di BP3TKI Jateng, Rodli, kepada Tribun Jateng. "Yang penting, alamat majikan jelas, atau paling tidak ada nomor telpon yang masih bisa dihubungi," kata Rodli, Selasa (8/5).

Namun, menurut dia, ‎sebelum pihaknya mengambil tindakan lebih lanjut, pihak keluara harus membuat surat laporan, disertai dengan kronologi yang jelas, terkait keberangkatan TKI yang bersangkutan.

Semisal, mulai kapan dia berangkat, kapan terakhir kali keluarga menjalin komunikasi, serta hal-hal lain yang diketahui keluarga.

Nanti, sambung dia, laporan dan kronologi dari keluarga tersebut akan menjadi dasar pihaknya, untuk meminta bantuan KBRI di Kuwait, untuk melacak keberadaan Turniati. "Nanti, akan ditelusuri terlebih dahulu di sana. Apakah dia masih di sana, sudah pindah atau seperti apa," ujarnya.

Tak jarang, menurut dia, terdapat laporan yang masuk ke pihaknya terkait TKI yang sudah sekian lama tidak pulang, namun saat ditelusuri berdasarkan alamat terakhir, ternyata yang bersangkutan sudah pindah majikan.

"Kalau sudah pindah majikan, dan tidak ada laporan, itu yang terkadang membuat kita kesulitan menelusuri jejaknya," sambung Rodli.

Disampaikan lebih lanjut, setelah dilakukan penelusuran, dan pada akhirnya TKI yang bersangkutan ditemukan, pihaknya akan menjalin komunikasi lanjutan. Menurut dia, faktor yang menyebabkan TKI sekian lama tidak pulang‎, bisa jadi beragam.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

"Pernah ada kasus, setelah kita telusuri dan ketemu‎, ternyata yang bersangkutan memang tidak ingin pulang, tapi juga tidak cerita karena masalah apa. Jadi, bukan karena di sana ia ditahan atau diisolasi majikan, tapi si TKI sendiri yang tak ingin pulang," ucapnya.

Menurut dia, jika memang hasil penelusuran menunjukkan bahwa TKI yang bersangkutan tidak pulang lantaran 'disekap' atau dilarang sang majikan‎, berkomunikasi dengan dunia luar, maka pihaknya akan memberikan bantuan hukum, hingga memproses kepulangannya. "Serta, akan kita urus hak-haknya yang bisa jadi selama ini belum diberikan oleh sang majikan," tandasnya.

Sumber:tribunnews

No comments

Powered by Blogger.