Suniary Sukses Menyulap Akar Menjadi Rupiah

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Bermodal kreatifitas dan kerja keras, akar pohon pun bisa menjadi cuan. Bahkan, omzet ratusan juta rupiah bisa masuk kantong setiap bulan.

Hal itu dibuktikan oleh Suniary Pelango, pengusaha kerajinan kayu di Kendari, Sulawesi Tenggara. Dia bersama suaminya merintis kerajinan ukiran dan mebel berbahan dasar kayu jati sejak 1999.

Itu waktu yang tidak singkat untuk mengembangkan kreativitas sekaligus terus mencari inovasi, hingga pada akhirnya mereka berdua memilki spesialisasi mengukir akar kayu jati.

Duitnya? Jangan ditanya. Untuk pangsa pasar Indonesia, Suniary sudah menguasainya. "Saya juga menjual ukiran ke Thailand, Jerman, Jepang dan India," ujar pengrajin yang juga sempat mendapat bangunan permodalan melalui program CSR PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) ini, Senin (7/5).

Dalam membuat kerajinan kayu jati, Suniary membeli bahan baku berupa akar kayu untuk dijadikan berbagai macam ukiran. Ada yang hanya sekadar hiasan kecil, bahkan meja makan lengkap dengan kursi-kursinya.

Dia membeli bahan baku dari penduduk setempat. Modalnya beragam, ada yang hanya Rp 2,5 juta hingga Rp 25 juta. Setelah diukir sedemikian rupa bersama 10 pegawainya, harga jualnya bisa mencapai Rp 5 juta hingga ratusan juta.

"Tidak seperti dulu, penduduk sekarang sudah pintar. Mereka memang menanam jati di halamannya sendiri," tutur Suniary.

Dia menambahkan, kesuksesan usahanya juga tak lepas dari bantuan usaha kemitraan Aneka Tambang. Perusahaan tambang pelat merah tersebut memberikan pinjaman modal dan bimbingan pelatihan untuk pengembangan usaha.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

"Aneka Tambang banyak bantu saya. Saya dibawa pameran, berupa bantuan modal dan pelatihan," uja Suniary.

Asisten Manajer Hubungan Masyarakat Antam UBPN Sulawesi Tenggara Dedy Supriyadi mengungkapkan, selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Antam memiliki peran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan menyalurkan tanggung jawab sosial melalui pemberian bantuan pinjaman dana.

"Pada tahun lalu, dana pinjaman yang disalurkan untuk perdagangan, perkebunan, pertanian, jasa, dan kerajinan sebesar Rp 4,7 miliar kepada 139 mitra binaan," ujarnya.

Sumber:kontan

No comments

Powered by Blogger.