TKI Banyumas Hilang Kontak Selama 17 Tahun

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Seorang buruh migran atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal desa Petarangan Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas, Turnati binti Matadirjeja (38 th) dilaporkan hilang kontak selama 17 tahun. Ia memperoleh majikan dan berangkat ke Kuwait. Sejak saat itu, komunikasi terputus.
 
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Keponakan Turnati, Muslimah mengatakan bibinya mulai memproses keberangkatannya ke luar negeri pada tahun 2000. Kemudian, pada tahun 2001, Turnati memperoleh majikan dan berangkat ke Kuwait. Sejak saat itu, komunikasi terputus.

"Sudah dapat majikan. Sudah terbang. Sudah begitu tidak ada komunikasi ke rumah," ujarnya, Senin (7/5).

Menurut dia, pada awal-awal kerja, Turnati masih mengirimkan surat dan diterima keluarganya. Namun, surat balasan keluarga Muslimah tak pernah dibalas oleh Turnati. Ia menduga, surat yang dikirimkan keluarganya tak sampai ke Turnati.

Dalam suratnya, Turnati mengabarkan telah bekerja di Kuwait. Tercatat, Turnati mengirim tiga surat. Ia juga mengabarkan bahwa majikannya galak. Ia pun khawatir mendapat perlakukan kasar atau menjadi korban kekerasan.

"Pada awal-awal kerja ada surat ke rumah. Tapi surat dari rumah sepertinya tidak pernah sampai. Mungkin dipegang majikan," ujarnya.

Menurut Muslimah, Turnati diberangkatan oleh Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) atau PJTKI PT Alfindo, Jakarta. Kata dia, keluarga sempat menanyakan kepada pihak PT Alfindo. Tetapi jawabannya tak memuaskan.

"Kurang lebih tahun 2001 kayaknya berangkatnya. Kurang lebih 17 tahun hilang kontak," jelasnya.

Muslimah menambahkan, keluarga sudah melaporkan hal ini kepada pemerintah desa dan Dinas Tenaga Kerja Banyumas pada akhir April 2018 kemarin. Ia pun berharap agar Turnati bisa segera ditemukan dan dipulangkan ke kampung halaman.

Kepala Desa Petarangan, Zaenul Mustofa mengatakan, pemerintah desa dan keluarga Turnati sudah melaporkan hal ini ke Dinas Tenaga Kerja Banyumas. Dia juga berharap agar Turnati bosa segrra dipulangkan.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Zaenul menambahkan, sebelumnya, di desa yang sama, seorang buruh migran atas nama Parinah, juga mengalami hilang kontak dengan keluarganya sejak 2005.

Parinah tak bisa memberi kabar ke kalurganya di Petarangan usai dibawa keluarga majikannya, dari Arab Saudi ke London, Inggris. Namun, April lalu, Parinah bisa dipulangkan oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Sumber:gatra

No comments

Powered by Blogger.