Video Pria Diminta Buka Dus dan Tas Bawaannya di Pinggir Jalan Ini Tuai Komentar dari Netizen




      Sebuah video baru-baru ini menjadi perbincangan netizen. Video itu menyebar di media sosial dan salah satunya diposting oleh akun Instagram @thebijak, Selasa (15/5/2018).



Tampak di video itu, seorang pria berpakaian mirip santri sedang berdiri di pinggir jalan.

Ia terlihat mengenakan kain sarung, kemeja lengan panjang dan peci hitam.

Pria itu juga tampak membawa dus dan tas gendong di punggungnya.



Di dekat pria itu, terlihat ada beberapa anggota polisi membawa senjata memintanya membuka barang bawaannya.

Ia sempat adu mulut dengan polisi tersebut hingga akhirnya berjongkok dan mengeluarkan isi di dalam dusnya.

Rupanya yang ia bawa adalah pakaian, namun sepertinya ia tampak tersinggung dengan perlakuan polisi tersebut.

Ia tampak mengeluarkan isi dusnya dengan kasar dan melempar-lempar isinya sambil menggerutu. "Pake ngamuk ih," ujar perekam.

Tak hanya itu, polisi kemudian meminta dirinya membuka isi tasnya juga, dan meminta ia melakukannya dari jarak agak jauh.

Ia lalu mengeluarkan isi tasnya lagi yang isinya sama dengan di dalam dus. Tidak disebutkan kejadian itu terjadi kapan dan dimana.

Namun beberapa netizen mengatakan itu mirip di Simpang Semarang. Video ini pun menjadi pembicaraan netizen.

Ada yang kasihan pada pria itu karena dianggap teroris sebab berpakaian seperti itu.

Namun ada juga yang memaklumi bahwa hal itu dilakukan oleh polisi semata-mata demi menjaga agar tidak ada korban jiwa lagi.

Ini beberapa komentar mereka :

afifudin_nur: Wahh lokasi simpang lima semarang

r4m4dh4n.k4r13m: Mohon maklum..negara lagi darurat teror

budhysetya: Sy yakin aparat tdk bermaksud seperti itu, ini hanya antisipasi saja.. Buat santri2 semoga tetap bersabar karna kalian garda terdepan umat islam yg membawa damai. Buat aparat tdk ada salahnya untuk berlaku lebih baik lagi. Jgn malah membuat sentimen negatif terhadap islam

wilhel_meyer: Jgn salahkan POLISI nya mereka juga MANUSIA bukan DEWA mereka punya rasa trauma, takut dll. Kalo emang kaga salah, ga usa merasa RISI bila diperiksa, demi KEBAIKAN bersama.

ikopurnama29: Hati hati, ini salah satunya yg bisa mengadu domba, berpikir positif aja dan sikapi lebih dewasa lagi postingan'' sperti ini.

Di samping itu, sebelumnya, Brigadir Jenderal Krishna Murti juga sempat memposting teknik pemeriksaan antisipasi terorisme.

Berikut ini tekniknya :

1. Hentikan orang tidak dikenal (OTK) dari jarak kurang lebih 10 meter (katakan jangan bergerak!)

2. Senjata posisi siaga..

3. Perintahkan angkat baju, buka barang bawaaannya..

Ia juga menuliskan caption permohonan maaf untuk kewaspadaan tersebut dan harap dimaklum dengan kondisi tersebut.

"Besok2 kalau Polisi agak waspada thd teman2, Tolong jangan anggap kami tidak ramah.

Ini karena waspada saja..

Semua harus meningkatkan kewaspadaan karena pelaku kejahatan tidak mengenal wajah dan pakaian.

Kamu jangan tertipu dg penampilan.. .

Jangan hujat kami tidak humanis. Kami harus kuat untuk melindungi kalian.. #kmupdates (untuk para wanita, diperiksa petugas wanita)," tulisnya.




Sumber : tribun

No comments

Powered by Blogger.