Banyuwangi Rayakan Festival Barong Ider Bumi di Hari Kedua Lebaran


Surga festival Banyuwangi menawarkan wisata menarik bagi masyarakat di hari kedua Lebaran. Festival Barong Ider Bumi menjadi festival rutin yang selalu hadir di tanggal 2 Syawal. Festival yang telah dilaksanakan secara turun-temurun ini memang sebuah ritual yang mengingatkan manusia akan kekuasaan Tuhan.
Sejarah tradisi Barong Ider Bumi berawal pada 1840. Saat itu Desa Kemiren diserang wabah penyakit aneh yang mengakibatkan banyak warga meninggal. Banyak petani juga mengalami gagal panen. Seiring dengan menguatnya pengaruh Islam, macapat atau tembang Jawa kuno yang dinyanyikan selama prosesi akan diawali dengan doa dalam bahasa Arab dan pembacaan Al-Fatihah.

Bertempat di Desa Kemiren yang merupakan perkampungan Suku Osing, penduduk asli Banyuwangi, festival itu menawarkan mitologi Jawa dan Bali.

“Desa Kemiren sudah bagus untuk atraksi budayanya. Ini penting, karena wisatawan yang datang ke Indonesia, 60 persennya karena tertarik budaya," kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya di Banyuwangi, Sabtu (16/6).

Barongan atau Barong dalam mitologi Jawa dan Bali merupakan sosok makhluk berkaki empat atau dua dengan kepala singa. Barong dipercaya sebagai perwujudan nilai-nilai kebaikan dan keadilan. Ia juga merupakan figur yang senantiasa melawan kekuatan jahat yang dipimpin oleh perwujudan iblis bernama Rangda.

Diyakini oleh masyarakat bahwa Barong bisa mengusir pengaruh jahat, sakit-penyakit, dan segala mara bahaya. Hingga kini, tarian Barong dan barong sangat disakralkan. Sebelum ditarikan, Barong wajib diberi ritual khusus. Jika tidak, akan berbahaya bagi penari dan warga sekitar. Barong juga tidak sembarangan ditarikan. Ditarikan terutama untuk Ider Bumi atau selamatan desa. Nilai mistis Barong tetap dijaga. Mereka yang berhak menari barong adalah orang-orang pilihan alam.

Arief Yahya sendiri ternyata tak pernah melewatkan festival ini. Banyuwangi sebagai kampung kelahirannya, membuatnya selalu terlibat dalam Barong Ider Bumi di Desa Wisata Kemiren.





Sumber : gatra

No comments

Powered by Blogger.