Bayar Rp 235 Juta dan Gagal Dapat Suami Kaya, Wanita Ini Tuntut Biro Jodoh

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal
Tereza Burki tuntut biro jodoh setelah gagal mendapatkan suami idaman Foto:detik

Sebagian orang memilih menggunakan jasa biro jodoh untuk membantunya mencari dan menemukan pasangan hidup. Seperti yang dilakukan oleh wanita asal Inggris ini yang menggunakan biro jodoh untuk menemukan suami idamannya. Alih-alih mendapatkan suami impian, wanita ini malah menuntut biro jodoh tersebut. Ada apa?
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Tereza Burki, telah membayar £ 12.600 atau setara dengan Rp 235 juta untuk bergabung dengan biro jodoh Seventy Thirty dengan harapan menemukan lelaki impian, dan ayah dari anaknya. Seperti dilansir The Sun, Tereza mengklaim ia mengharapkan pendekatan ilmiah untuk menemukan belahan jiwanya.

Namun, wanita berusia 47 tahun ini mengungkapkan biro jodoh tersebut telah mengecewakannya meskipun ada banyak pria kaya yang tersedia dan memenuhi syarat. Tereza tidak berhubungan dengan satu pun dari pria yang disukainya dan yang profilnya telah ditunjukkan kepadanya.

Pengacara Tereza, Jonathan Edwards, mengatakan bahwa kliennya sedang mencari pengembalian uang untuk kesusahan, kekesalan, kekecewaan, dan frustasi karena tak menemukan pasangan.

"Anda tidak boleh menjanjikan pada orang-orang yang berada dalam kondisi pikiran yang rapuh, di usia pertengahan 40-an untuk menemukan pria impian mereka," terang Tereza.

Tereza mengklaim bahwa ia mengharapkan analisis mendalam tentang karakter, dan pendekatakan ilmiah secara keselutuhan untuk menemukan belahan jiwanya. Tetapi, biro jodoh tersebut malah menunjukkan profil yang tidak sesuai dengan kriteria.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Tuntutan Tereza yang berlangsung di London Tengah itu juga ditentang oleh Seventy Thirty. Agensi biro jodoh itu menuntut balik Tereza atas pencemaran nama baik setelah melabelinya sebagai penipuan dengan tuntutan 75 ribu poundstreling (Rp 1,4 miliar).

Pengacara yang mewakili perusahaan Seventy Thirty, Lisa Lacob mengungkapka bahwa basis data selalu mendukung jumlah potensial yang cocok dengan kriteria Tereza. Agensi tersebut pun mengklaim tuntutan Tereza sebagai penipuan dan upaya jahat untuk merusak bisnisnya. Dan kasus ini masih berlanjut. 

Sumber:wolipop

No comments

Powered by Blogger.