Menganiaya TKW Singapura Karena Mie Instan, Majikan Heni Diancam Denda Hukuman 6 Tahun Penjara



      Heni Solekhah (29) TKW Singapura  yang beberapa waktu yang lalu di aniaya oleh majikannya akbat mie instan, pengadilan terhadap majikannnya kembali di gelar.



Dalam sidang lanjutan kali ini di samping memaparkan kembali secara keseluruhan kronologi kejadian penyiksaan yang dilakukan oleh majikannya yang bernama Karen Ching Pei Yi (58) juga membuka hasil pemeriksaan psikologis terhadap pelaku sebagaimana yang di agendakan pada sidang sebelumnya 15 maret 2018 lalu.



Jaksa penuntut selain di aniaya lantaran telah memasak mie instan yang telah dia beli dari luar negri untuk suami dan anak, Ching juga di tuduh memberikan beban berlebihan kepada Heni lantaran dia harus bekerja dari jam 5 pagi sampai jam 2  dini hari.

Melihat pekerjaan Heni yang panjang dengan beban pekerjaan yang dimiliki Heni hanya memiliki waktu istriahat 3 jam dalam sehari.

Tidak diberikannya hak libur, juga menjadi point kesalahan tersendiri disamping memutus akses komunikasi Heni dengan dunia luar saat Ching melarang Heni memiliki telpon gengam.

Hasil visum di rumah sakit Khoo Teck Puat positif menyatakan bahwa Heni menjadi korban penganiayaan. Hasil pemeriksaan psikologis, Heni juga mengalami serangan mental yang dilakukan oleh majikannya.

Atas kesalahan yang dilakukan oleh Ching terhadap Heni, Jaksa penuntut umum menuntut Ching untuk dihukum selama 6 tgahun penjara dan harus membayar kompensasi atas kerugian fisik dan mental kepada Heni sebesar SGD 7.500 atau sekitar dengan Rp. 80 juta rupiah.

Dilansir dari ApakabarOnline.com sebelumnya Pada sekitar waktu makan malam pada tanggal 25 Juni 2016, Solekhah sedang membersihkan dapur saat Ching masuk untuk mencari mi instan yang dia beli dari Korea. Solekhah mengatakan kepadanya bahwa dia telah memasak paket terakhir untuk putra dan suami Ching atas permintaan mereka.


Hal ini membuat marah Ching, yang mulai memarahi korban karena tidak mengikuti instruksinya untuk tidak membiarkan orang lain memiliki mie.

Dia kemudian meraih rambut Solekhah dan menarik kepala yang terakhir dari sisi ke sisi, dan juga menariknya ke belakang dan ke belakang dengan menarik bajunya. Ching kemudian mencubit Solekhah di dagu bawahnya, menyebabkan korban menopang memar kecil.

Beberapa saat kemudian, Ching memanggil Solekhah ke ruang tamu tempat dia kembali menyiksanya dengan cara yang sama. Dia mengatakan kepada korban untuk melanjutkan tugasnya setelah melarangnya memberi tahu siapa pun tentang insiden tersebut.

Dua hari kemudian, sekitar jam 9 malam, Ching menjadi tidak bahagia dengan Solekhah sekali lagi dan mulai mencaci maki yang terakhir. Dia memarahi Solekhah karena mengganti pelindung kasur di tempat tidurnya tanpa perintahnya dan untuk mencuci semua bedsheets pada waktu bersamaan, bukan dalam batch.

Ching kemudian menarik rambut si korban dan mencubit telinganya, menyebabkannya merasakan sakit yang tajam.

Ching kemudian memanggil Solekhah ke dapur tempat dia terus menyiksanya dengan cara yang sama. Dia juga mencubit Solekhah di sekujur tubuhnya dan mendorongnya.

Ketika putri dan menantunya Ching kembali ke rumah, dia menghentikan penganiayaan fisiknya namun terus memarahi korban. Solekhah mengalami goresan kecil dan memar di telinganya dari kejadian tersebut.

Sehari kemudian, Solekhah mengemasi tasnya dan pergi dengan taksi. Dia mencari perlindungan di Pusat Pelayanan Tenaga Kerja Kementerian Tenaga Kerja. Dia kemudian dikirim ke Rumah Sakit Khoo Teck Puat untuk pemeriksaan kesehatan dan seorang petugas Kementrian Tenaga Kerja mengajukan sebuah laporan polisi. 

Sumber : pahlawandevisa

No comments

Powered by Blogger.