<-->

Permintaan Melesat di Ramadan, Jadi Berkah Pebisnis Busana Muslim

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Bulan Ramadan menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu para pemilik usaha fesyen. Dibulan penuh berkah ini, mereka selalu mendulang tingginya permintaan dibandingkan bulan-bulan biasanya. Daya beli konsumen akan meningkat oleh adanya tunjangan hari raya.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Fenomena ini pun selalu dimanfaatkan oleh pengusaha fesyen untuk menggenjot penjualannya. Seperti Wilma Iriani Wijaya, pemilik Maxi Ayana Bordir asal Jakarta.

Ia menyiapkan 10 model busana gamis terbaru, dengan berbagai desain. Baju gamis berbahan balotelli embos dengan tambahan bordir bunga, yang dinamai model Maxi Ayana Bordir menjadi koleksi best seller milik Wilma.

"Sampai hari ini model baju itu sudah terjual 4.700 helai dan masih terus berjalan sampai nanti akan menjelang Lebaran," katanya, Selasa (15/5). Asal tahu saja, Wilma mulai menawarkan desain ini sejak enam bulan lalu, melalui marketplace asal Singapura, Shopee.

Untuk harga seluruh produknya dibanderol mulai dari Rp 100.000 sampai Rp 150.000. Dia sengaja mematok harga cukup miring agar dapat dijangkau oleh semua kalangan serta dapat dijual kembali oleh reseller.

Untuk momen Lebaran kali ini, ibu dua anak ini berharap seluruh penjualannya dapat naik berkali-kali lipat dari penjualan tahun sebelumnya di periode yang sama.

Wilma pun cukup optimistis lantaran tren permintaan baju gamis terus naik. Per Selasa (15/5) jumlah permintaan konsumen mencapai 150 paket per hari.

Memanfaatkan marketplace sebagai media berjualan, perempuan berusia 36 tahun ini memaksimalkan seluruh fasilitas yang disediakan. Seperti fasilitas klik untuk menaikkan produk, pasang iklan, hastag, dan lainnya.

Sekedar info, Wilma sudah menjadi member Shopee sejak dua tahun lalu. Sebelumnya, dia memanfaatkan broadcast group untuk memasarkan produknya.

Kebanjiran berkah Ramadhan juga dirasakan oleh pasangan suami istri, Ryan Hidayat dan Rika Siti Nur hidayah pemilik Hijab Store asal Jakarta.

"Tren permintaannya terus naik dari awal tahun. Pada masa puasa ini diharapkan bisa naik dua sampai tiga kali lipat dari bulan biasanya," kata Ryan di workshopnya yang berada di Cilincing, Jakarta Utara.
Khusus pada momen Ramadhan, dia menyiapkan 15.000 helai hijab dengan beragam corak dan desain.

Promosi melalui berbagai media digital pun dilakukan untuk mendorong penjualan.
Selain itu, mereka juga memberikan potongan harga hingga 50% untuk mengundang perhatian pasar. Rata-rata harga produknya dibandrol mulai dari Rp 17.000 sampai Rp 55.000 per helai.

Dia mengaku model hijab Bella Square tanpa corak menjadi koleksi andalannya. Maklum saja, model ini mulai popular setelah artis Laudya Cynthia Bella mengenakannya.                        

Mengikat kesetiaan pelanggan dengan koleksi baru

Meski ada anggapan bahwa bisnis fesyen muslim berada di zona merah lantaran persaingan yang ketat, para pelaku usaha fesyen muslim optimistis sayap usahanya bakal terkembang. Apalagi, pasar dalam negeri terus meningkat saban tahunnya.

Banyak jurus yang dilakukan para pemilik usaha untuk mempertahankan posisi usahanya. Seperti Wilma iriani Wijaya, pemilik Maxi Ayana Bordir asal Jakarta yang rutin meluncurkan koleksi baru setiap bulannya.

Biasanya, ada sekitar lima desain busana gamis yang dia keluarkan dalam satu koleksi. Dia pun selalu mengikuti tren disain terbaru  agar produknya cepat diserap oleh pasar.

Tidak hanya itu, ibu dua anak ini juga memperhatikan soal bahan baku yang digunakan dan menjaga kualitas produk. Tujuannya agar tidak menuai komplain dari konsumen. "Pembeli online itu sangat sensitif sehingga apa yang nampak difoto harus sama dengan yang mereka terima," kata Wilma.

Dia selalu kewalahan saat permintaan konsumen tinggi tapi bahan baku terbatas. Alhasil, dia harus melakukan sistem stok untuk mengamankan barang. Rata-rata bahan baku yang digunakan didatangkan langsung dari Bandung, Jawa Barat dan beberapa dari luar negeri. Perempuan berambut panjang ini menjalin kerjasama dengan konveksi yang berada di Tangerang dan Jakarta untuk membantunya membuat seluruh koleksi busana muslimnya.

Tidak jauh berbeda, pasangan suami-istri, Ryan Hidayat dan Rika Siti Nur hidayah pemilik Hijab Store pun harus peka terhadap tren terbaru dan permintaan pasar. Keduanya selalu menghadirkan koleksi hijab baru setiap dua minggu. Hal ini ditujukan agar konsumen tidak bosan dan terus berbelanja.

Mematok produk dengan harga yang terjangkau dan gimik potongan harga membuat hijab buatannya selalu habis diserbu konsumen. Bila tidak tepat dalam perhitungan stok, mereka bakal dibuat pusing dengan bahan baku.

Ryan bercerita, pernah kehabisan bahan karena sudah tidak ada pasokan dari pabrik. Dia pun harus menunggu satu sampai dua bulan untuk mendapatkan bahan sesuai permintaannya. Kebanyakan, kain yang habis diserbu produsen yang berwarna netral seperti hitam dan biru navy. "Karena kami sudah punya nama, pabrik selalu menyisihkan bahan untuk Hijab Store. Jadi tidak perlu lagi takut kehabisan," jelasnya.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Sekedar info, untuk menjalankan roda usahanya mereka dibantu 12 karyawan. Saban bulannya, mereka harus menyiapkan stok sekitar 1.500 lembar hijab berbagai model.

Kedepan, Ryan berharap bisa menambah koleksi produknya dengan menghadirkan koleksi gamis serta aksesori untuk kaum hawa. Saat ini, mereka menjajal menyasar konsumen laki-laki dengan menghadirkan baju koko serta celana sarung.

Sumber:Kontan

No comments

Powered by Blogger.