Sebelum Meninggal di Turki, Foto Pariani Jatuh Sendiri

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal
 
Made Srigati, ibu  Kadek Pariani, 32, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Dusun Alas Sari, Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yang meninggal karena sakit di Turki, Minggu (24/6) mengaku sudah merasakan firasat buruk beberapa waktu yang lalu. Foto almarhum Pariani semasa hidup, yang ditempel di dinding kamarnya terjatuh di malam hari.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal
 
Bahkan Srigati juga pernah bermimpi buruk tentang anaknya. Dimana dalam mimpi itu, almarhum Pariani mengaku ketakutan. Ada sosok yang menarik-narik tangan sang anak. "Setelah mimpi itu saya langsung menelepon suruh dia pulang. Tidak usah lagi diperpanjang kontraknya. Mending cari kerja di Bali, dan dia mau. Katanya bulan Desember baru bisa pulang," terangnya.

Kepada Srigati, Pariani juga sudah memiliki pacar di Turki. Bahkan  mau menikah dengan orang Turki yang usianya lebih tua. Rencananya, habis menikah sang anak mau tinggal lagi di Turki. Srigati pun diminta menyiapkan enam ekor babi untuk mesesangi kalau dia sudah pulang nanti.

Di sisi lain, Kepala Dusun Alas Sari Ketut Roy mengatakan, hingga Selasa (26/6) pihaknya belum menerima kabar pemulangan jenazah warganya itu. Roy mengaku dirinya mendapatkan informasi meninggalnya Pariani dari ayah almarhum.

Kala itu Kariadana, ayah Pariani minta tolonhg dibuatkan surat pernyataan mengizinkan untuk menyabut selang oksigen dan membuka alat-alat medis yang dipasangkan di tubuh Pariani.  Surat pernyataan mengizinkan membuka alat-alat medis itu dibuat hari Senin minggu lalu.

“Katanya dokter yang menangani mengatakan almarhum sudah koma selama dua minggu dan tidak bisa merubah keadaan. Ya kami fasilitasi, ditandatangi melaui perbekel lalu dikirim ke sepupunya melalui foto," jelasnya.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore
 
Pada Senin (25/6) kemarin, orangtua almarhum Pariani kembali mendatangi Kadus Roy dan mengabarkan bila anaknya telah meninggal dunia. Mereka juga meminta surat keterangan tidak mampu, sebagai persyaratan untuk memulangkan jenazah ke Bali.

"Memang itu syarat yang diminta oleh KBRI di Turki biar jenazahnya  bisa pulang. Seadanya biayanya mahal, lebih baik direlakan untuk dikremasi disana. Nanti diupacarai di Bali menyesuaikan. Mudah-mudahan bisa cepat di pulangkan," tutupnya.  

Sumber:jawapos

No comments

Powered by Blogger.