Selingkuhi TKW Asal Blitar, Majikan Perempuan Nekat Potong Burung Suami




     Seorang Majikan yang bernama Hwa (38) mengetahui perseligkuhan sang suami dengan PRT nya yang merupakan TKW HS (32) dari Blitar, Indonesia, merasa sakit hati dan tidak terima dengan perselingkuan suami yang dilakukan dengan PRT nya tersebut.



Saat itu suami tersangka tidak menyangka jika istrinya akan pulang, dan dirumah hanya ada sang suami dan PRT nya yang berasal dari Indonesia, ungkap Mansyoor, Petugas kepolisian Daerah Alor Setar yang menyidik kasus tersebut.



Dari hasil penyidikan, terungkap awalnya Hwa tidak ingin melakukan perbuatan nekat hingga memotong alat kemalin suaminya.

 Awalnya Hwa hanya ingin menegur mereka lalu mengusirnya pergi dari rumah. Namun saat Hwa mendengar ungkapan suaminya kepada HS saat keduanya sedang melakukan persetubuhan, Hwa tidak kuat menahan emosinya yang memuncak.

“Dalam pengakuannya, Hwa mendengar, suaminya bilang ke PRTnya ‘punyamu lebih keset’. Kalimat itulah yang membuat Hwa tersinggung dan tersulut amarahnya” jelas Mansyoor kepada Dilansir dari ApakabarOnline.com di Malaysia, Senin (18/06/2018) siang ini.

Saat ini, ketiga orang yaitu Hwa, suaminya serta HS TKI asal Blitar sama-sama menjalani proses hukum. Hwa didakwa bersalah dengan tuduhan melakukan kekerasan hingga mengakibatkan cacat permanen lantaran burung milik suaminya putus, dan tidak bisa di sambung kembali. Sang suami berikut TKI asal Blitar didakwa telah melakukan perzinahan.

Hwa bisa terancam hukuman maksimum selama 15 tahun penjara, sedangkan suaminya dan HS, ancaman hukuman maksimalnya 5 tahun penjara.

Saat kejadian tersebut, suara teriakan kesakitan suami Hwa hingga terdengar tetangga. Suamii Hwa mengaduh histeris saat Hwa dengan menggunakan pisau yang biasa untuk mengiris daging, menyelinap masuk ke kamar, kemudian memotong burung suaminya dari arah belakang.

Suami Hwa disamping terpotong burungnya, juga mengalami luka di bagian selangkangannya. Sedangkan HS, mengalami luka gores di bagian labia mayora alat kemaluannya.


Sumber : pahlawan devisa

No comments

Powered by Blogger.