<-->

Tanda-tanda Kamu Seorang Ambivert



       Ada orang memiliki kepribadian cenderung introvert, namun ada juga yang merupakan seorang ekstrovert. Tapi tak menutup kemungkinan, ada juga yang memiliki sifat di tengah kepribadian tersebut atau biasa disebut ambivert.



Apakah kamu merupakan seorang ambivert? Kalau kamu menemukan beberapa tanda dari ciri yang telah kami rangkum berikut ini ada kemungkinan kamu memang tergolong pemilik kepribadian tersebut. Simak selengkapnya di sini ya.



1. Kamu suka sih hangout, tapi juga butuh waktu sendiri

Orang yang ambivert senang berada di lingkungan banyak orang, tapi setelah sekian lama terjebak di kerumunan ia pun merasa seperti energinya terkuras sehingga butuh waktu menyendiri.

"Kamu akan menemukan fase di mana kamu ingin berada di sekitar orang, tetapi kemudian pada titik tertentu kamu merasa sudah cukup dan perlu berhenti untuk mengembalikan tingkat energi kamu sendiri," kata Grant Brenner, MD, psikiater berbasis di Manhattan.

2. Biasanya lebih peka

Ekstrovert cenderung mempercayai orang lain dengan mudah dan sangat gampang untuk menceritakan apapun tentang dirinya. Sebaliknya, introvert lebih suka menjaga jarak dan membuka diri secara lambat sampai mereka mengenal lebih dalam siapa yang ada di hadapannya.

Ambivert dapat melakukan keduanya. Mereka lebih peka dan dapat mengatur dengan baik kapan mereka perlu mendengarkan atau bersikap tegas. Mereka juga tahu bagaimana beradaptasi dengan lingkungan atau orang-orang.

3. Ambivert justru seorang komunikator yang baik

Ambivert sangat menikmati percakapan yang dalam dan intim. Orang dengan kepribadian ini cenderung pendengar yang baik dan memiliki intuisi yang luar biasa dalam menentukan waktu yang tepat untuk bicara.

"(Ambivert) mengambil kualitas dari introvert dan ekstrovert memungkinkan mereka memiliki cukup waktu untuk berpikir sebelum mereka berbicara, yang membantu mereka menghindari mengatakan sesuatu yang tidak rasional atau impulsif, serta juga dapat mengungkapkan pikiran mereka dengan bebas dan berbagi ide-ide mereka," kata Paulette Kouffman Sherman, PsyD, psikolog dan penulis 'The Book of Sacred Baths'.

4. Kerja sendiri ayo, kerja tim pun ayo

Keuntungan lain menjadi seorang ambivert adalah mampu melaksanakan kerjasama tim sama baiknya dibandingkan saat berkerja sendiri. Mereka tergolong orang yang mampu menyeimbangkan kapan perlu tampil atau diam dan mendengarkan.

"Ini karena ambivert dapat memunculkan sifat-sifat ekstrovert saat mereka berada dalam kerja kelompok, memupuk semangat dan kreativitas, memfasilitasi percakapan dan melakukan brainstorming, serta dapat mengalah dan memberikan ruang kepada orang lain dalam kelompok tanpa perlu mengambil alih," jelas Brenner.

"Ketika mereka bekerja sendiri, mereka dapat menggunakan sifat-sifat introvert mereka untuk meringkuk dan menggali lebih dalam."

5. Bisa akrab dengan banyak orang

Ambivert terbiasa untuk memahami berbagai tipe orang, mulai dari yang tertutup, cerewet, atau mungkin orang-orang yang sensitif. Mereka bisa beradaptasi dengan baik seperti bunglon dengan hanya membaca tanda-tanda yang muncul dari lawan bicara.

Jika orang yang mereka ajak bicara itu energik dan banyak bicara, mereka lebih suka untuk membiarkan individu itu untuk 'menunjukkan' dirinya. Sedangkan ketika mereka berbicara dengan seseorang yang sedikit lebih tenang dan pendiam, ambivert akan lebih agresif dalam memulai percakapan dan banyak bicara, demikian dikutip dari Reader's Digest.


Sumber : Detik

No comments

Powered by Blogger.