Tenaga Kerja Indonesia Tak Boleh Menikah di Malaysia



      Malaysia memiliki aturan khusus untuk para pekerja asing. Aturan tersebut melarang para pekerja asing menikah di Sarawak, Malaysia.



Aturan dilarang menikah itu tertuang dalam peraturan perburuhan Sarawak yang berbunyi ‘pekerja asing dilarang berkawin di Malaysia’.



“Mengapa dilarang? Mungkin ini untuk antisipasi terjadinya kasus yang tak diinginkan,” kata Jahar Gultom, Konsul Jenderal Indonesia di Kuching, Malaysia, dikutip Tempo, Jumat (16/3/2018).

Jahar enggan merinci detail alasan larangan menikah yang dibuat oleh pemerintah daerah Sarawak. Namun, terkait dengan aturan ini perwakilan Indonesia di Malaysia sudah dua kali melaksanakan isbat nikah.

Isbat nikah dilakukan pada 2016 dan 2017. Di tahun 2018, rencananya akan diselenggarakan lagi isbat nikah.

“Sebab, kasihan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ini kalau pulang ke Indonesia, status pernikahannya tidak jelas,” kata Jahar.

Dia mengatakan, isbat nikah yang dilakukan kantor perwakilan Indonesia di Malaysia melibatkan tim dari Kementerian Agama Indonesia.

Tahap awal akan dilakukan sidang, baru pernikahan diresmikan secara negara dengan menerbitkan sertifikat nikah.

Terkait urusan asmara, Jahar menyarankan kepada TKI di Malaysia yang masih lajang sebaiknya mencari pasangan sesama warga negara Indonesia.

Nasehat ini berkaca pula pada kasus kematian TKI asal Medan, Sumatera Utara, Santi Restauli Simbolon yang diduga kuat tewas dibunuh kekasihnya yang warga negara asing.

Di tahun 2016, sidang isbat berlangsung selama tiga hari. Konsul Jenderal KJRI Kuching, Jahar Gultom mengatakan pelaksanaan sidang tersebut tak terlepas dari dukungan pemerintah Sarawak yang sedikit “melonggarkan” peraturan perundang-undangan yang berlaku di Malaysia.

“Kita tahu bahwa pelaksanaan perkawinan bagi tenaga kerja asing, termasuk TKI, memang seharusnya menurut peraturan di Sarawak tidak diperbolehkan, tidak dimungkinkan,” ujar Jahar, dikutip Kompas.com, Rabu (28/9/2016).

Namun, sebut Jahar, fakta di lapangan bahwa TKI yang datang bekerja di Sarawak, bertemu jodoh dan melangsungkan perkawinan di tempat bekerja.

Para TKI ini tersebar di berbagai perusahaan perkebunan kelapa sawit, industri manufaktur, dan berbagai bidang pekerjaan lainnya.

“Mereka bertemu jodoh, dan melangsungkan perkawinan di tempat mereka bekerja,” ucapnya.

Sumber : suratkabar

No comments

Powered by Blogger.