Tertipu Dukun Di Kampung, Seorang TKW Singapura Terjebak Hutang Rp. 100-an Juta




   Seorang TKW yang berusia 32 tahun yang tidak disebutkan identitasnya di kelukan oleh majikannya setelah tertipu praktik perdukunan yang bisa menggandakan uang.



Wang, nama majikannya tersebut mengeluh setelah TKI yang bekerja untukya sejak 5 tahun yang lalu di Bedok Singapura dengan begitu mudahnya di tipu oleh dukun yang berasal dari kampung halamannya.



Dilansir dari Zao Bao, Wang mengetahui PRT nya yang berasal dari Jawa Tengah ini tertipu oleh praktek dukun setelah tiba-tiba ada beberapa rentenir yang menghubungi dirinya untuk mengkomfirmasikan jika PRTnya telah berhutang kepada mereka.

Hal yang membuat Wang tercengang adalah TKI asal Jawa Tengah tersebut memiliki hutang di rentenir sebesar SGD 10.000 atau setara dengan Rp. 100-an juta.

Saat dikonfirmasi oleh Wang, TKI tersebut mengakui bahwa dirinya memang berhutang pada rentenir, setelah sebelumnya, dia meminta 3 bulan gajinya dimuka.

 Hal itu terjadi pada bulan Januari 2018. Di awal tahun, TKI tersebut mengirimkan uangnya ke kampung halaman kepada dukun abal-abal yang dimaksud, dengan janji dalam tempo waktu seminggu, uangnya akan berlipat menjadi 10 kali.

Setelah berbulan-bulan menunggu, hasil penggandaan uang yang dijanjikan, tak kunjung ada buktinya.

TKI tersebut mengaku merasa curiga dan akhirnya dia ragu dengan janji dukun tersebut setelah 3 bulan kemudian tidak ada realisasinya.

Lantaran seluruh gajinya sudah diminta di depan, TKI tersebut terpaksa berhutang kepada rentenir untuk memenuhi kebutuhan dia dan kebutuhan keluarga di kampung halaman.

Pinjaman sebesar SGD 10 ribu, atau setara dengan Rp 100-an juta rupiah, merupakan pokok hutangnya saja, belum termasuk bunga selama 3 bulan belakangan.

Merasa kecewa dan tidak ingin terlibat dalam kerumitan masalah yang dihadapi TKI tersebut, Wang akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kontrak kerja TKI asal Jawa Tengah.

Kini, TKI tersebut dikembalikan terpaksa dipulangkan ke Indonesia beberapa hari yang lalu. Sedangkan untuk mengatasi teror dari penangih hutang, Wang membuat laporan Polisi.

Disamping memiliki hutang kepada rentenir, ternyata PMI tersebut juga mnemiliki hutang kepada sesama TKI sebesar SGD 1.000 atau setara dengan Rp. 10 juta rupiah.


Sumber :Pahlawandevisa

No comments

Powered by Blogger.