Tujuh Anak Bomber Surabaya Dapat Kado Lebaran dari Mensos

Tujuh Anak Bomber Surabaya Dapat Kado Lebaran dari Mensos

Kisah pilu tengah dirasakan oleh tujuh anak yang merupakan putra-putri pelaku bom bunuh diri Surabaya. Mereka harus menjalani hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah tanpa didampingi orang tuanya. Saat ini mereka menjadi tanggung jawab negara.

Agar anak-anak ini tetap tersenyum, Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham mengaku telah membelikan mereka baju baru. Hal itu diharapkan tetap membuat mereka merasakan suasana Idul Fitri.

"Kami belikan pakaian supaya mereka juga ada suasana baru, meskipun dia orang tuanya tidak ada secara fisik. Tapi, lebaran dengan baju baru tetap kami berikan. Kan itu yang penting suasana lebaran dia harus merasakan," ungkap Idrus di Jalam Widya Chandra IV nomor 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (16/6).



Saat disinggung lebih jauh terkait kondisi anak-anak yang merindukan orang tua mereka, Idrus menolak berkomentar. Menurutnya saat ini yang terpenting bagi mereka adalah sebuah pendampingan.

"Sudahlah, yang jelas (mereka) perlu pendampingan," jawab Idrus.

Pendampingan yang dimaksud politikus Partai Golkar itu adalah dalam upaya mengikis paham radikalisme yang diserap oleh anak-anak ini. Selain itu, mereka juga segera akan mendapat pertolongan jika mengalami luka-luka.

"Pada tahap awal kalau ada luka-luka kami obati. Tahap kedua ini adalah harus diberikan pendampingan. Supaya secara psikologis bisa kembali ada kepercayaan diri, ada kemandirian. Dan yang paling penting lagi adalah bagaimana mengikis paham-paham radikalisme," tegas Idrus.
Tujuh Anak Bomber Surabaya Dapat Kado Lebaran dari Mensos

Sementara itu Idrus menegaskan Kemensos akan bertanggung jawab penuh atas kehidupan ketujuh anak ini. Ia berharap mereka tidak mendapat perlakuan diskriminatif dari masyarakat ketika dewasa kelak.

Sebab, pada dasarnya anak-anak ini tidak paham akan situasi saat ini. Mereka hanya menjadi korban perilaku radikal orangtuanya.

"Yang pasti kami menangani ini karena pesan Presiden Jokowi jangan ada diskriminasi, baik (terhadap) keluarga teroris maupun keluarga korban teroris. Dan anak-anak ini, saya sampaikan (mereka) tidak tahu apa-apa," pungkasnya.








Sumber : jawa post

No comments

Powered by Blogger.