Berada di Jakarta, Putri Keraton Yogyakarta ini dibilang kampungan karena ucapkan terima kasih ke satpam




       Hanya karena hal yang sangat sederhana, seorang Putri Keraton harus mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari beberapa orang. Putri keempat Sultan Hamengkubuwono X, GRA Nurabra Juwita atau biasa disapa GKR Hayu mendapatkan pengalaman yang kurang menyenangkan ketika dirinya berada di Jakarta beberapa waktu yang lalu.



Seperti yang diketahui masyarakat luas, bahwa menjadi seorang putri Jawa yang tinggal di keraton tentu kerap kali diajarkan tentang sopan santun. Kesopanan menjadi salah satu hal utama yang harus dimiliki setiap orang, bukan hanya yang tinggal di lingkungan keraton atau istana tapi juga untuk masyarakat luas.



GKR Hayu dibilang kampungan

Beberapa waktu yang lalu, GKR Hayu menceritakan kejadian yang ia alami melalui akun twitternya @GKRHayu. GKR Hayu mencurahkan isi hatinya karena ia dibilang kampungan oleh sejumlah orang. Hal itu ia alami di Jakarta, sebagai seorang Putri Keraton tentu dengan spontan GKR Hayu pun menunjukkan sopan santunnya.

GKR Hayu mengucapkan kata terima kasih kepada satpam yang sudah membantu menyeberangkannya. Namun, disitu GKR Hayu justru ditertawakan oleh beberapa orang yang ada di belakangnya dan dikatakan kampungan.

Cuitan GKR Hayu di-retweet ribuan kali

"Nyebrang dr plaza senayan ke senayan city, ngucapin “Makasih Pak” sama tiap satpam yg nyebrangin. Diketawain gerombolan di belakang, bisik2 ngatain kampungan. That’s called manners ma fren, were you raised by wolves???," cuit GKR Hayu.

Cuitan dari GKR Hayu ini pun sudah di-retweet lebih dari 19 ribu kali dan disukai oleh 8 ribu pengguna twitter

Dikomentari oleh pengguna twitter
Melihat cuitan GKR Hayu, netizen pun langsung memberikan komentar mereka.

mrshananto : Hah ampyun. But we Jakartans do it all the time. Bilang terima kasih sama satpam, petugas kebersihan, Pak Ogah dll. Hmm anak mana itu yg perlu diorientasi.

BukanPegawaiJP : Kata Terima Kasih seperti hal yang "aneh", dulu saya jg lagi makan di sebuah resto sama sepupu. Terus kembaliannya kelebihan dan bilang ke kasirnya. Mbaknya biasa aja tanpa ada ucapan terima kasih. Manners

4evaLuvMinho : Naik angkot dong. Angkot nya sepi. Supirnya cemberut. Pas turun n ngasih duit ak bilang makasih pak sambil senyum. Supir langsung senyum sumringah. Moral: Bilang makasih tu bukan cuman masalah manners, it could makes someone's day. Jangan pelit2 ma kata makasih de, ga bikin tekor kok

Mikrolet : I'm very curious: did you in your life ever drop the "do you know who I am" bomb?

fanybarney : Orang mau sepinter sekaya secakep apa juga kalo nggak punya tata krama itu emang sampah sih. Sampah banget:')

Sulistyorama : Maybe you see human, but not a humanity :))

Tak mengenali GKR Hayu

Diduga orang yang menertawakannya dan juga menyebutnya kampungan itu, tak tahu jika GKR Hayu adalah seorang Putri Keraton.

"Noleh pake gaya Kraton coba," canda pemilik akun @mrshananto.

"Gimana tuh? Lehernya muter 180 derajat? " jawab GKR Hayu.

Sumber : Merdeka

No comments

Powered by Blogger.