Bikin Lukisan dari Daun, Pria Ini Raup Omzet Belasan Juta Sebulan



      Menjadi pegawai kantoran mungkin diimpikan banyak orang karena berpenghasilan tetap. Namun, ada pula yang memilih meninggalkan kerja kantoran demi hobi.



Seperti Gilang, pria yang bekerja selama 4 tahun di sebuah kantor desain interior ini rela melepaskan pekerjaannya itu demi menekuni bisnis yang juga menjadi hobinya. 



Sekitar 2013, Gilang memulai usaha melukis dengan berbagai media. Awalnya, dia bilang mendapat pesanan berupa lukisan karikatur sketsa. Seiring berjalannya waktu orderannya pun bertambah, seperti sepatu lukis, topi lukis, talenan lukis, bra lukis, hingga yang baru dan sedang berkembang adalah siluet dari daun kering.

"Modal pertama dalam usaha, utamanya untuk siluet daun adalah di bawah Rp 50.000, karena modal untuk siluet daun hanyalah kertas, cutter pen, dan bingkai, dan bahan dasar daun gratis bisa didapat di mana saja," kata Gilang kepada detikFinance, Jakarta, Sabtu (30/6/2018).

Gilang mengatakan pendapatan sebagai karyawan swasta selama 4 tahun kurang lebih Rp 6 juta setiap bulannya. Keputusan banting setir menjadi pelaku usaha di sektor kesenian pun tepat, lantaran memiliki penghasilan yang lebih besar.

Alasan pindah haluan ini juga karena ingin lebih santai di rumah tanpa tekanan beban kerja. Selain itu, pekerjaan yang dijalankan tetap berhubungan dengan bidang gambar.

"Setelah pindah haluan pendapatan di atas kisaran Rp 8 jutaan," ungkap dia.

Usaha yang dijalani sekarang ini diberi nama Gilang Keromon Art, mengawali penjualan karya pertamanya berasal dari informasi mulut ke mulut, dan pada saat 2013 atau titik awal memulai usaha telah memiliki penghasilan Rp 3 juta.

Adapun produk seni yang dijual Iqbal relatif terjangkau, seperti lukisan karikatur Rp 120.000-Rp 180.000, lukisan talenan Rp 90.000, topi lukis Rp 120.000, tampah lukis Rp 100.000, sepatu lukis Rp 180.000-Rp 230.000, bra lukis Rp 120.000, dan siluet daun Rp 140.000- Rp 350.000

Seiring waktu berjalan, Gilang pun gencar memasarkan hasil karyanya di media sosial salah satunya Instagram, serta bantuan para customernya yang juga memberikan testimoni di media sosial membuat pasar Gilang Keromon Art semakin luas.

Dikatakan Gilang, untuk semua produk yang dijualnya kini sudah laku mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, pulau Jawa, hingga Papua. Tidak hanya itu, pangsa ekspor pun sudah ada seperti ke Malaysia, Belanda, hingga Jepang.

Dengan kerja kerasnya itu, Iqbal sekarang memiliki penghasilan dua kali lipat dari penghasilan sebagai pegawai swasta sejal lima tahun yang lalu.

"Omzet per bulan dari semua penjualan product kurang lebih Rp 15 jutaan belum dihitung profit," jelas dia.

Sumber : detik

No comments

Powered by Blogger.