Hujan Lebat di Jepang Telan Tiga Korban Jiwa

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Hujan lebat di Jepang membuat tiga orang tewas yang hanyut akibat meningkatnya debit air sungai. Diwartakan AFP, Jumat (6/7/2018), hujan lebat juga mendorong pihak berwenang memerintahkan evakuasi terhadap 210.000 orang. 

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Sementara, salah satu korban tewas ditemukan di sungai yang terletak di Gifu, Jepang tengah. Seorang pria berusia 59 tahun juga tewas di sungai, di Hiroshima barat.

Korban tewas ketiga merupakan perempuan usia 52 tahun di wilayah Kyoto yang hilang sejak Kamis (5/7/2018) malam. Polisi menemukan dia di aliran sungai, di Osaka. Pada hari sebelumnya, seorang pekerja konstruksi tewas karena hanyut oleh air banjir di wilayah Hyogo. 

Beberapa orang dilaporkan hilang, tanah longsor dan banjir bandang juga diterjadi di sebagian daerah. Sebanyak 230 orang di prefektur Kochi barat tidak dapat dievakuasi karena jalan-jalan terhalang tanah longsor. Pihak berwenang mengumumkan perintah evakuasi baru pada Jumat (6/7/2018). 

Total sebanyak 210.853 orang, sebagian besar di Jepang barat, harus segera meninggalkan rumah mereka. Badan Meteorologi Jepang menaikkan status peringatan menjadi luar biasa atau tingkat tertinggi di Fukuoka selatan, Prefektur Saga dan Nagasaki. 

Peringatan tersebut dikeluarkan sebagai respons atas hujan yang diperkirakan akan menjadi yang tertinggi dalam beberapa dekade. "Fukuoka, Saga dan Nagasaki sedang menghadapi hujan deras yang tidak pernah mereka alami," kata pejabat dinas Yasushi Kajiwara.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

"Ini merupakan keadaan tidak biasa dengan bahaya yang akan segera terjadi," imbuhnya. Yanase di desa Umaji, perfektur Kochi, mendapat guyuran curah hujan 1.190 milimeter dalam 72 jam. 

Skala itu dua kali lipat dari jumlah total yang biasanya jatuh pada Juli. Hujan tersebut menghentikan sementara layanan kereta peluru di Jepang barat hingga Jumat (6/7/2018).

Sumber:kompas

No comments

Powered by Blogger.