Jaksa Selamatkan TKI dari Hukuman Pancung

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal
ilustrasi

Jaksa Agung M Prasetyo mengungkapkan keberhasilan anak buahnya di Arab Saudi menyelamatkan Nurkoyah binti Marsan Dasan, 47 tahun, TKI asal Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat (Jabar) dari hukuman pancung di Arab Saudi. ”Alhamdulillah, kita berhasil menyelamatkan lagi satu nyawa di sana. Selama ini, Nurkoyah menghadapi eksekusi hukuman mati dan bisa kami selamatkan,” kata Prasetyo di Kejaksaan Agung, kemarin.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Menurutnya, ini merupakan jerih payah, kerja keras, dan kerja sama semua petugas, termasuk jaksa di Arab Saudi yang berperan aktif memberikan advokasi dalam perkara Nurkoyah. ”Alhamdulillah Nurkoyah sudah dipulangkan ke Karawang,” ujarnya.

Menurutnya, ini merupakan perlajaran berharga buat seluruh warga negara Indonesia agar memahami dan mematuhi hukum atau kebiasaan setempat, di negara mana pun mereka berada. ”Pahami betul peraturan hukum atau kebiasaan yang ada di negara mereka tinggal. Artinya, beda negara beda aturan. Itu harus kita pahami,” ujarnya.

Ancaman Pancung

Prasetyo kembali bersyukur karena tim advokasi Nurkoyah bisa meyakinkan mahkamah atau majelis hakim sehingga TKI yang sudah 11 tahun di Arab Saudi itu bebas dari ancaman pancung. Nurkoyah yang hanya 3 tahun bekerja dan sisanya mendekam di tahanan, divonis bebas oleh Pengadilan Umum Kota Dammam, Arab Saudi. Sebelumnya, dia dituntut dijatuhi hukuman mati atas dakwaan membunuh anak majikan. Nurkoyah didakwa atas tindak pidana pembunuhan berencana terhadap Masyari bin Ahmad al-Busyail, anak majikan.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore
Dia didakwa secara sengaja mencampurkan obat tertentu dan racun tikus ke dalam botol susu bayi yang berusia 3 bulan tersebut. Keluarga Khalid Al-Busyail mengajukan tuntutan hukuman mati terhadap Nurkoyah. Namun hakim menolak tuntutan tersebut menggunakan pembuktian sumpah karena majikan tidak mampu menghadirkan bukti-bukti yang menguatkan tuntutannya. Setelah melalui proses hukum selama 8 tahun, Nurkoyah divonis bebas pada 3 April 2018.

Sumber:suaramerdeka

No comments

Powered by Blogger.