Meskipun Tampak Serupa, 5 Kondisi Kulit Ini Bukanlah Jerawat

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Menemukan bintik kemerahan pada kulit wajah? Eits, jangan langsung dioleskan dengan obat jerawat! Belum tentu apa yang kamu kira sebagai jerawat tersebut benar-benar merupakan jerawat, lho.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Yang namanya jerawat saja masih terbagi lagi ke dalam beberapa jenis dengan bentuk yang berbeda-beda. Belum lagi jika ditambah dengan kemungkinan bintik merah tersebut adalah beberapa kondisi kulit yang mirip dengan jerawat. Berbeda permasalahannya, tentu berbeda pula penanganannya. Nah, agar tidak salah, yuk, kenali dulu 5 kondisi kulit yang tampak seperti jerawat berikut ini!

1. Rosacea

Roseacea merupakan inflamasi kulit kronis yang kerap disangka sebagai jerawat karena penampakannya yang berupa kemerahan dengan sedikit benjolan-benjolan pada area pipi. Sangat mirip dengan jerawat, gejala utama dari rosacea termasuk bercak merah atau merah muda, terlihat pembuluh darah kecil yang pecah, serta benjolan merah kecil yang kadang-kadang berisi nanah. Meskipun sebenarnya kondisi kulit rosacea tidak terbatas pada area pipi saja, namun umumnya rosacea akan tampak jelas pada area pipi. Berbeda dengan jerawat, rosacea merupakan kondisi kulit yang disebabkan oleh zat kimia histamin yang diproduksi oleh tubuh, serta dapat dipicu oleh makanan pedas, kafein, dan alkohol.

2. Folliculitis

Folliculitis merupakan inflamasi pada folikel rambut, yang tampak seperti jerawat kecil dan dapat berisikan nanah seperti whitehead. Masalah kulit ini kerap terjadi pada kulit di negara 4 musim pada musim panas dan kerap diikuti dengan rasa gatal, bahkan rasa sakit. Berbeda dengan ingrown hair, folliculitis disebabkan oleh beberapa jenis bakteri yang dapat berasal dari barbershop atau air yang kurang bersih seperti pada kolam renang umum. kamu dapat menemukan folliculitis pada seluruh area kulit, terutama pada area paha, bokong, leher, dan ketiak. Karena disebabkan oleh bakteri, kamu dapat menggunakan obat jerawat dengan khasiat anti-bakteri seperti benzoyl peroxide atau salicylic acid untuk mengatasi folliculitis.

3. Keratosis Pilaris

Dikenal dengan nama “chicken skin” atau “kulit ayam”, keratosis pilaris adalah kondisi kulit yang tampak seperti bintil-bintil pada kulit (bisa berwarna merah, mutih, atau sewarna kulit) sehingga membuat kulit terlihat seperti kulit ayam. Bintil-bintil ini timbul karena folikel rambut yang tersumbat oleh keratin, namun tidak berbahaya dan mengganggu kesehatan. Umumnya, keratosis pilaris akan kamu temukan pada area lengan atau kaki.

4. Perioral Dermatitis
Perioral dermatitis adalah ruam wajah yang umumnya terjadi pada area mulut. Penyebab utama kondisi kulit ini adalah penggunaan steroid, namun perioral dermatitis juga dapat disebabkan oleh kandungan fluoride pada pasta gigi. Ditkamui dengan bercak dan rumah kemerahan pada area mulut, solusi untuk kondisi kulit ini adalah mengentikan penggunaan steorid baik untuk konsumsi maupun dalam produk topikal sepert krim wajah, serta menghindari pengguaan pasta gigi dengan kadar fluoride yang tinggi.



5. Ingrown Hair

Sesuai namanya, ingrown hair merupakan rambut (hair) yang tumbuh di dalam kulit (ingrown) sehingga menyebabkan benjolan yang tampak seperti jerawat. Dalam beberapa kasus, ingrown hair dapat terlihat seperti benjolan putih, kemerahan, atau benjolan dalam kulit yang berisikan rambut. Umumnya, ingrown hair terjadi pada area di mana bulu sering dihilangkan, seperti ketiak atau dagu (saat mencukur janggut). Meskipun terkadang ingrown hair dapat hilang dengan sendirinya, tidak jarang juga folikel rambut yang terperangkap di bawah kulit tersebut menyebabkan infeksi dan perlu ditangani oleh dermatologis.

Sumber:vemale

No comments

Powered by Blogger.